12 February 2021, 15:25 WIB

Kegempaan Meningkat, Gunung Sindoro masih Normal


Tosiana Wisaksono | Nusantara

AKTIVITAS kegempaan Gunung Sindoro di perbatasan Temanggung Wonosobo terpantau mengalami peningkatan pada Kamis (11/2) lalu. Atas kondisi ini warga diimbau waspada dan tidak beraktivitas pada radius 200 meter dari puncak.

Berdasarkan pengamatan Pos Pengamatan Gunung Api Sindoro-Sumbing di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari Untuk kegempaan hembusan terjadi satu kali dengan amplitudo 10.37 mm. Kegempaan tornillo terjadi tiga kali dengan amplitudo 3.45-3.91 mm. Kegempaan vulkanik dangkal sebanyak delapan kali dengan amplitudo 1.76-2.28 mm. Kegempaan vulkanik dalam sebanyak 40 kali dengan amplitudo 1.74 -31.87 mm. Sedangkan kegempaan tektonik jauh sebanyakenam kali dengan amplitudo 2.06-26.01 mm.

Baca juga : Truk Pengangkut 2,16 Juta Batang Rokok Ilegal Ditangkap

Sedangkan cuaca terpantau berawan, mendung dan hujan dengan tiupan angin lemah hingga sedang ke arah utara, barat daya, barat dan barat laut.Sedangkan untuk suhu udara berkisar 19.6-21.8 derajat Celcius, dengankelembaban udara 100 persen dan tekanan udara 676.1-676.9 mmHg. Volumecurah hujan 3.2 mm per hari.

Namun demikian, menurut petugas Pos Pengamatan Gunung Berapi Sindoro-Sumbing, Yuli Rahmatulloh, status Gunung Sindoro masih normal atau level 1.

Atas kondisi itu, Kepala BPBD Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei meminta warga yang tinggal di lereng Gunung Sindoro tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dari peningkatan aktivitas Sindoro. Masyarakat juga diminta selalu mengikuti arahan dari pemerintah.

‘’Warga jangan panik dan boleh melakukan aktifitas seperti biasanya, tapi juga harus waspada,’’ kata Dwi, Jumat (12/21). (OL-2)

 

BERITA TERKAIT