11 February 2021, 07:59 WIB

Keberhasilan Rehabilitasi DAS di Kalsel Hanya 60 Persen


Denny Susanto | Nusantara

TINGKAT keberhasilan kegiatan penanaman pohon atau rehabilitasi DAS di Provinsi Kalimantan Selatan diperkirakan 60-70 persen. Dinas Kehutanan Kalsel menargetkan penanaman pohon dalam program lanjutan Revolusi Hijau 2021 seluas 30 ribu hektar.

"Keberhasilan penanaman pohon atau rehabilitasi di Kalsel selama ini diperkirakan 60-70 persen. Bencana banjir dan kebakaran saat kemarau menjadi salah satu penyebab matinya pohon yang ditanam," ujar Plt Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra, Kamis (11/2). 

Sebagian pohon yang sudah besar juga telah dipanen warga. Menurut Fathimatuzzahra, sejak 2011 kegiatan penanaman pohon melalui berbagai program kegiatan di Kalsel mencapai luas 168 ribu hektar. Sementara untuk program Revolusi Hijau yang mulai digalakkan pada 2017 seluas lebih kurang 60 ribu hektar. Pada 2021 ini Dinas Kehutanan Kalsel menargetkan penanaman pohon seluas 30 ribu hektar dengan rehabilitasi daerah tangkapan air menjadi prioritas.

Gencarnya kegiatan penanaman pohon ini juga berhasil mengurangi luas lahan kritis di Kalsel dari 649.000 hektar menjadi 511.000 hektar. Pada bagian lain BP DASHL Barito mencatat pelaksanaan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam di Kabupaten Banjar dan Tanah Laut, Provinsi Kalsel belum berjalan maksimal.

baca juga: Puluhan Ribu Hektar Kawasan Mangrove di Kalsel Rusak

Dari 31 ribu hektar areal rehabilitasi yang ditetapkan Kementerian Kehutanan bagi perusahaan pemegang IPPKH sejak 2013 baru ditanam sekitar 15 ribu hektar lebih atau 50 persen.

Dari 35 perusahaan pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang berkewajiban melakukan penanaman (rehabilitasi) kawasan DAS Tahura Sultan Adam dengan luas mencapai 31.294 hektar. Sejauh ini kegiatan rehabilitasi baru seluas 15.658 hektar. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT