10 February 2021, 09:30 WIB

Akibat Pandemi, 6.000 IKM di Sleman Tutup Usaha 


Agus Utantoro | Nusantara

PANDEMI covid-19 berpengaruh pada kegiatan usaha IKM (industri kecil dan menengah) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Mae Rusmi Suryaningsih menjelaskan, sebelum pandemi, Sleman tercatat memiliki 17.000 IKM. Namun, pada pendataan terakhir di bulan lalu, sebanyak 6.000 IKM tidak lagi beroperasi atau tutup usaha.

Dari jumlah yang masih bertahan, 70% diantaranya harus melakukan banyak kegiatan agar usaha yang ditekuni dapat bertahan.

"Ada yang terpaksa memangkas jumlah karyawan, ada yang mengurangi produksi dan ada pula yang harus berubah produk," kata Mae.

Namun demikian, lanjutnya, ada pula yang melakukan ekspansi usaha dan meningkatkan kapasitas produksinya, terutama yang terkait dengan makanan. Mengenai upaya untuk menjaga agar IKM di Sleman terutama yang mengalami kesulitan, Pemkab Sleman akan mengambil berbagai langkah yang pasti.

"Kami menyediakan bantuan permodalan, bantuan teknis dan pendampingan dan bahkan bantuan pemasaran," imbuhnya.

Baca juga: Kabupaten Sleman masih Bertahan di Zona Merah Covid-19

Mae Rusmi mengatakan bantuan permodalan itu juga dilengkapi dengan relaksasi sehingga penerima mendapatkan waktu yang cukup untuk mengembalikan pinjamannya.

Sementara Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan saat ini Dekranasda sudah memiliki ruang pamer yang representative di tempat yang srategis. Di Gedung Dekranasda, setiap hari dipajang ratusan item produk IKM Sleman.

"Di Gedung ini juga untuk memperkuat jaringan antar IKM di Sleman dan pembeli dari berbagai daerah bahkan internasional," pungkasnya.(OL-5)
 

BERITA TERKAIT