09 February 2021, 07:30 WIB

Puluhan Ribu Hektar Kawasan Mangrove di Kalsel Rusak


Denny Susanto | Nusantara

LEBIH dari 20 ribu hektar atau sekitar 20 persen dari total luas kawasan hutan mangrove di Provinsi Kalimantan Selatan dalam kondisi rusak. Konflik tenurial di dalam kawasan konservasi hutan cagar alam dan mangrove masih tinggi. Hal ini dikemukakan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalsel, Mahruz Aryadi, Selasa (9/2). 

"Luas kerusakan kawasan konservasi terutama hutan mangrove mencapai 20 persen dari 111 ribu hektar total kawasan konservasi yang ada di Kalsel," ungkapnya.

Kawasan konservasi di Kalsel terdiri dari 11 resort yang tersebar di lima kabupaten meliputi Barito Kuala, Tanah Laut, Banjar, Tanah Bumbu dan Kotabaru. Kawasan konservasi ini didominasi hutan mangrove pesisir ditambah wilayah hutan konservasi pegunungan yaitu Gunung Ketawan, Loksado, Hulu Sungai Selatan seluas 80 hektar yang merupakan pegunungan karst.

Kerusakan hutan mangrove ini disebabkan adanya alih fungsi atau perambahan kawasan hutan untuk kegiatan perikanan tambak, perladangan dan penebangan liar, serta kegiatan ekonomi lainnya. Disamping itu konflik tenurial di kawasan konservasi ini masih tinggi.

"Tugas utama kita di kawasan konservasi adalah pengamanan hutan dan upaya mengatasi konflik tenurial serta konflik manusia dan satwa. Berbagai program pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan konservasi maupun kemitraan dengan masyarakat yang berada di dalam kawasan kita lakukan," ujarnya.

baca juga: Rekonstruksi Pascabencana Ratusan Desa di Kalsel Mendesak

Tercatat ada 90 desa yang berada di sekitar kawasan konservasi. Sembilan desa di dalam hutan cagar alam serta satu desa di dalam taman wisata alam. Untuk memulihkan kondisi kerusakan kawasan konservasi ini BKSDA pada 2020 melakukan rehabilitasi seluas 550 hektar kawasan mangrove di pesisir Jorong Kabupaten Tanah Laut serta Kuala Lupak dan Sungai Telan di Kabupaten Barito Kuala. Rehabilitasi kawasan mangrove ini akan dilanjutkan pada 2021 seluas 400 hektar. (OL-3)

BERITA TERKAIT