07 February 2021, 13:53 WIB

Banjir di Pantura Jateng Semakin Parah, Ratusan Keluarga Mengungsi


Akhmad Safuan | Nusantara

HUJAN lebat kembali mengguyur kawasan pantura Jawa Tengah, banjir masih merendam beberapa daerah, ratusan keluarga mulai memenuhi tempat pengungsian dan bantuan logistik serta obat-obatan bagi ribuan korban banjir telah disalurkan.

Pemantauan Media Indonesia Minggu (7/2) banjir masih merendam berbagai daerah di pantura Jawa Tengah yakni Pekalongan, Semarang, Demak, Jepara, Kudus dan Pati, bahkam hujan kembali mengguyur semakin memperparah kondisi hingga warga harus terus siaga dan waspada.

Di Kota Semarang, banjir masih merendam berbagai kawasan dan belum ada tanda-tanda surut. Selain kawasan Kota Lama Semarang, di sekitaran Stasiun Tawang dan Taman Sri Gunting, banjir cukup tinggi terlihat di bundaran Bubakan, Tanah Mas, wilayah Genuk, kawasan Jembatan Kaligawe, Pasar Waru, Terboyo masih tergenang air dengan ketinggian 20-70 centimeter.

Arus lalu lintas Semarang-Demak juga kembali tersendat memanjang hingga satu kilometer baik dari arah barat maupun timur. Ini karena banjir merendam jalur pantura di Genuk (Semarang) dan Sayung (Demak). Sehingga beberapa kendaraan terpaksa dialihkan ke jalan alternatif untuk menghindari kemacetan.

''Seluruh pompa air kita aktifkan untuk mengueangi genangan di jalur pantura dan perkampungan di sekitarnya, banjir akibat intensitas hujan tinggi dan meluapnya beberapa sungai,'' kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di tengah berkeliling mengecek situasi banjir dan pompa air hingga pagi ini.

Banjir di Pekalongan semakin parah. Meluapnya tiga sungai tidak dapat terbendung karena kiriman dari daerah selatan (Kabupaten Pekalongan) ditambah air laut pasang menjadikan daerah ini tetap terendam hingga ketinggian air capai 70 centimeter.

Wakil Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid bersama Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan, Kepala Polres Pekalongan Kota AKBP M Irwan Susanto berkelilingi meninjau lokasi-lokasi terdampak banjir sekaligus membagikan logistik kepada warganya menggunakan perahu karet.

Wakil Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid mengungkapkan bahwa banjir yang melanda Kota Pekalongan kali ini akibat hujan semalaman dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ini. ''Dapur umum sudah didirikan, bantuan logistik dan obat-obatan juga didistribusikan serta ratusan pengungsi ditempatkan di beberapa titik aman,'' ujarnya.

Demikian juga di Kudus banjir juga belum terlihat ada tanda surut. Bahkan banjir setinggi 1 meter berwarna hitam pekat dan beraroma busuk semakin meluas hingga di pantura Demak-Kudus menjadikan kondisi semakin sulit.

''Selain bau busuk juga terasa gatal di kulit, sehingga kami khawatir menimbulkan penyakit,'' ungkap Waludi, warga Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus.

Gelombang pengungsian juga semakin bertambah hingga Pemerintah Kabupaten Kudus terus menyalurkan bantuan logistik dan obat-obatan kepada warga di pengungsian maupun yang bertahan di rumah. Sedikitnya lima dapur umum didirikan di wilayah banjir terparah yakni Kecamatan Jati, Kaliwungu, dan Mejobo.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus Hartopo meminta seluruh instansi terkait terus bahu-membahu untuk mengatasi kebutuhan para korban banjir, apalagi sast ini sudah eatusan kekuarga mengungsi sehingga memerlukan bantuan logistik dan obat cukup banyak. ''Mengenai banjir hitam dan beraoma busuk segera kita upayakan dengan penyedotan,'' imbuhnya. (AS/OL-10)

BERITA TERKAIT