06 February 2021, 12:07 WIB

Kopti Pekalongan Genjot Stabilisasi Harga Kedelai


mediaindonesia.com | Nusantara

SEBANYAK 28 ton kedelai kembali diturunkan kepada produsen tempe tahu melalui Operasi Pasar Kedelai di Kabupaten Pekalongan. Operasi Pasar Kedelai dilaksanakan sebagai upaya stabilisasi harga kedelai yang sempat melambung.

"Jika harga kedelai tidak kunjung stabil, kami mengkhawatirkan nasib para produsen tempe tahu ke depannya akan seperti apa," tutur Ketua Kopti Kabupaten Pekalongan Rohmah Nawawi.

Harga kedelai dalam Operasi Pasar Kedelai senilai Rp8.500 per kilogram. Sebelumnya harga kedelai di pasar mencapai Rp9.500 per kilogram.

Baca juga: Selama Jateng di Rumah Saja, PSDK UMP Sediakan 2.100 Porsi Makan

Puskopti (Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia) bersama Gakoptindo (Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia), Primkopti (Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia), didukung Kementerian Pertanian dan Asosiasi Importir Kedelai Indonesia (Akindo) menggelar Operasi Pasar Kedelai di Jawa guna menstabilkan harga. Operasi Pasar dinilai cukup efektif membantu para pelaku usaha berbahan dasar kedelai.

Rohmah berharap Operasi Pasar Kedelai ini terus digalakkan hingga harga kedelai kembali ramah bagi para produsen. Operasi Pasar Kedelai ini adalah yang kedua kali diselenggarakan. Sebelumnya, unit Kopti Kabupaten Pekalongan telah menurunkan 9 ton kedelai pada Operasi Pasar pertama.

"Karena banyak produsen tempe tahu yang belum dapat, jadi kami turunkan lagi 28 ton pada Operasi Pasar Kedelai kedua agar dapat menjangkau lebih luas lagi", imbuh Rohmah. (RO/OL-1)

 

BERITA TERKAIT