05 February 2021, 09:05 WIB

Di Tengah Pandemi, DBD di NTT Bertambah Menjadi 269 Kasus


Palce Amalo | Nusantara

KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah 33 orang sejak 1-5 Februari 2021. Tambahan kasus baru itu menambah 236 kasus pada Januari 2021 menjadi 269 orang, sedangkan korban meninggal akibat DBD tiga orang. 

Tiga orang yang meninggal masing-masing bayi berusia 11 bulan dari Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, balita usia 5 tahun dari Desa Horinara, Kecamatan Kelubagolit, Flores Timur dan anak berusia 15 tahun meninggal di Puskesmas Watukapu, Bajawa Utara, Kabupaten Ngada.

"Saat ini memang sedang musim DBD," kata Kadis Kesehatan NTT dokter Messe Ataupah kepada mediaindonesia.com, Jumat (5/2).

Masyarakat diminta bergotong royong melakukan 3M untuk memberantas sarang nyamuk Aides Aegypti yang membawa virus dengue penyebab demam berdarah, namun tetap menjalankan protokol kesehatan covid-19. 

"DBD paling banyak anak-anak, dan banyak orang dewasa terpapar korona," ujarnya.

baca juga: Di Tengah Pandemi, NTT Tetap Waspadai Demam Berdarah

Dari 22 kabupaten dan kota di NTT, hanya Lembata dan Alor yang masih bebas DBD. Menurutnya, penyebaran DBD terbanyak di Kota Kupang 77 kasus, namun 75 pasien di antaranya sudah sembuh, hanya lima orang yang masih dirawat. Sedangkan total pasien DBD yang masih dirawat sampai Jumat sebanyak 28 orang berasal dari Kota Kupang dan 10 kabupaten. (OL-3)

BERITA TERKAIT