05 February 2021, 08:50 WIB

Siswa Disabilitas Intelektual Mulai Dijemput Ke Asrama Sekolah


Tosiani | Nusantara

BALAI Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini Temanggung, Jawa Tengah mulai melakukan penjemputan para penerima manfaat (PM) Penyandang Disabilitas Intelektual (PDI) untuk bersekolah pada Bulan Februari ini. Hingga Jumat (5/2) sudah delapan orang yang dijemput.

Koordinator PM residensial BBRSPDI Kartini Temanggung Richa Nurhayati mengatakan, penjemputan PM sudah dilakukan dua kali yakni pada tanggal 1 dan 3 Februari. Ketika itu dua orang petugas menjemput PM yang berdomisili di wilayah Temanggung dan Magelang. Para petugas dilengkapi alat pelindung diri (APD) dan melakukan rapid tes pada PM.

"Ada dua orang yang melakukan penjemputan, satu dari kesehatan untuk melaksanakan rapid test di lokasi dan satu orang tenaga administrasi untuk mengurusi surat-surat," kata Richa, Jumat (5/2). 

Menurut Richa sesuai rencana mestinya ada sembilan PM dari Magelang dan delapan PM dari Temanggung yang harus dijemput. Namun ketika hendak dijemput, ada beberapa keluarga PM yang membatalkannya. Tanpa alasan yang jelas mereka tidak mengijinkan PM dibawa ke balai untuk belajar. Karenanya hingga kini baru ada total delapan orang PM yang sudah ada di asrama.

Dijelaskan, awalnya dari Magelang ada sembilan orang, dari Temanggung delapan orang. Jumlah ini merupakan separuh dari total kuota siswa yang diterima pada kondisi normal.

"Tapi pagi hari keluarga tidak mengizinkan jadi total hanya delapan orang yang kami bawa. Mereka tidak menjelaskan secara detail alasannya, hanya bilang tidak jadi berangkat," ungkap Richa.

baca juga: Inflasi di Kota Pematangsiantar Tetap Terkendali 

Pihak BBRSPDI menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19 pada para penerima manfaat selama berada di balai. Sejauh ini mereka masih menjalani assasmen dan observasi. Kegiatan yang dilakukan pada pekan pertama ini antara lain olahraga, penerapan protokol covid-19, dan melakukan keterampilan agar diketahui keterampilan yang cocok. Serta melakukan games atau permainan untuk diketahui kemampuannya.

"Setelah delapan orang yang sudah dijemput, penjemputan akan kembali dilakukan pada 8 Februari untuk PM yang tinggal di Madiun," pungkas Richa. (OL-3)

BERITA TERKAIT