03 February 2021, 12:13 WIB

PPKM Tidak Efektif, Perlu Sanksi Tegas Pelanggar Prokes Covid


Tosiani | Nusantara

WAKIL Bupati Temanggung, Jawa Tengah Heri Ibnu Wibowo menilai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) belum efektif mengendalikan kenaikan angka Covid-19. Karenanya ia mengharapkan ada ide-ide kreatif lain untuk mencegah penyebaran virus. Salah satunya dengan penerapan sanksi tegas untuk pelanggar protokol kesehatan (prokes).

''Pemberian sanksi terhadap pelanggar bisa menimbulkan efek jera dalam rangka penegakan PPKM, bisa dengan sanksi denda, atau bagi yang melanggar langsung dilaksanakan rapid atau swab,'' ujar Wabup, Selasa (2/2/2021).

Dalam hal ini, Bowo meminta Satgas Covid-19 untuk melakukan kontrol ketat terhadap pasar serta tempat lain yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Tujuannya untuk mencegah penularan covid-19.

''Perlu kontrol ketat terhadap pasar serta tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan, kalau perlu ditutup, jika tidak mematuhi protokol kesehatan dan mematuhi instruksi Bupati,'' katanya.

Sementara itu penyebaran kasus korona di Temanggung masih tergolong tinggi. Berdasarkan pendataan Satgas Covid per 31 Januari 2021 total angka kumulatif pasien terkonfirmasi positif covid-19 di daerah itu ada 3.452 orang. Selain 3.126 pasien sembuh, terdapat 154 orang terkonfirmasi korona yang meninggal dunia.

Angka terkonfirmasi covid aktif saat ini masih ada 172 orang. Dari jumlah itu, mereka yang tanpa gejala dan harus diisolasi ada 136 orang. Sedangkan 36 orang bergejala menjalani perawatan di rumah sakit.

Adapun total angka kumulatif pasien suspek korona di Temanggung sudahmencapai 3.641 orang. Dari jumlah itu, total pasien discarded atau suspek sembuh ada 3.380 orang. Sedangkan 190 orang lainnya adalah pasien probable meninggal atau dengan gejala yang diyakini sebagai korona namun belum dilakukan tes laboratorium. Orang dengan suspek korona saat ini ada 71 orang.

Sejauh ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung telah melakukan tes PCR pada 23.518 orang warganya. Dari jumlah itu, sebanyak 313 orang masih menunggu hasil. (TS/OL-10)

BERITA TERKAIT