01 February 2021, 12:39 WIB

Saat Pandemi Covid, Pemakaian Kontrasepsi Modern di Babel 15,43%


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

PEMAKAIAN kontrasepsi modern atau Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Provinsi Bangka Belitung (Babel) di masa Pandemi covidi-19 mencapai15,43%. Inspektur Utama BKKBN, Ari Dwikora Tono, mengatakan, MKJP merupakan metode kontrasepsi lebih efektif dibanding alat kontrasepsi tradisional, seperti pil, suntik, dan kondom.

"MKJP dianggap lebih efektif dari metode kontrasepsi jangka pendek, seperti pil itu kan orang bisa lupa minum, suntik dan kondom juga demikian. Kalau MKJP masanya lebih lama, " Kata Ari seusai Uji coba penggerakan pelayanan KB MKJP menggunakan dana DAK non fisik di Puskesmas air ITAM Pangkalpinang, Senin (1/2).

Ia menyebutkan KB modern atau MKJP ini antara lain IUD, Implant, Tubektomi (Metode Operasi Wanita/ MOW), dan vasektomi (MOP). Selama ini, diakuinya masyarakat dibebankan biaya untuk melaksanakan program KB dengan MKJP. Sementara anggaran pemerintah pusat tidak bisa mengcover seluruhnya untuk membiayai.

"Karena biaya pelayanan MKJP sudah dialokasikan ke kabupaten/kota, itu akan lebih baik, dan tentu APBN tidak bisa akomodir semuanya, tugas kabupaten membantu, daerah siapkan anggaran, agar masyarakat bisa terlayani, " tukasnya.

Wagub Babel, Abdul Fatah mendukung program BKKBN untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Dia berharap selain menekan laju pertumbuhan penduduk, juga terwujud penduduk yang berkualitas.

"MKJP memberikan berbagai macam pilihan kepada aseptor, semuanya dalam rangka pengendalian laju penduduk di Indonesia," sebut Wagub.

Pemprov Babel, kata dia, bersama BKKBN akan mendukung program KB ini, termasuk mendorong kabupaten/kota yang diminta mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan program KB. "Kita mencoba mengajak masyarakat dalam kendalikan penduduk sehingga berikan dampak kepada masyarakat. Menjaga keluarga kecil berkualitas, dan SDM yang unggul, " pungkasnya.

Sementara itu, kepala BKKBN Provinsi Babel, Fazar Supriyadi mengatakan, di masa Pandemi covid-19, realisasi pemakaian KB Modern dengan rata-rata pemakaian 15,43%. "Kendati di masa Pandemi, rata-rata pemakaian KB modern untuk menekan laju penduduk mencapai 15,43%," kata Fajar.

Ia menambahkan untuk tahun 2021, pihaknya menargetkan pemakaian KB modern atau MKJP untuk peserta aktif sebanyak 39.121 akseptor. Sedangkan untuk target baru sebanyak 7.959 akseptor.

Ia merincikan untuk peserta KB aktif MKJP IUD 15.130 akseptor, MOW 6.788 akseptor, MOP 377 akseptor, Implan 16,962 akseptor. "Kalau untuk peserta KB baru MKJP, IUD 3.187 akseptor, MOW 214 akseptor, MOP 16 akseptor, Implant 4.542 akseptor," ujarnya. (RF/OL-10)

BERITA TERKAIT