29 January 2021, 15:43 WIB

Penderita DBD di NTT 236 Orang, Tiga Meninggal


Palce Amalo/Adi Kristiadi | Nusantara

DINAS Kesehatan Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat tiga orang meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD) yang menyerang balita dan anak-anak selama Januari 2021.

Tiga orang yang meninggal masing-masing berasal dari Kota Kupang, Flores Timur, dan Ngada, sedangkan total kasus sampai Jumat (29/1) sebanyak 236 orang tersebar di Kota Kupang dan 17 kabupaten.

Pasien DBD yang menjalani perawatan, terbanyak di Kota Kupang 77 orang, Manggarai Timur 47 orang, Sabu Raijua 29 orang. Sikka 16 orang, Ngada 15 orang, dan Manggarai 13 orang.

Kepala Dinas Kesehatan NTT dokter Messe Ataupah minta masyarakat membersihkan lingkungannya agar tidak menjadi sarang nyamuk dengan melakukan 3M yakni menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mengubur barang bekas.

Dokter Ataupah minta masyarakat masyarakat serius membersihkan lingkungan masing-masing agar terhindar dari DBD dan penyakit lainnya.

"Jaga diri masing-masing, semua lagi terbatas, eskalasi terlalu cepat," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia.

Baca juga : Tim Penggerak PKK Papua Barat Salurkan 300 Sembako ke Maybrat

Masyarakat juga perlu mengenali gejala DBD yakni demam 2-7 hari dan biasanya mencapai 39 derajat celcius, nyeri otot dan tulang, nyeri kepala  dan gejala yang sering muncul ialah timbul bintik-bintik merah pada kulit. Apabila ada geja seperti itu pada penderita, segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan dan pengobatan.

Sementara itu di Kota Kupang, Lurah Liliba Viktor Makoni mengeluarkan edaran kepada ketua RT, RW, karang taruna, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membersihkan tempat genangan air dan sampah di pinggir jalan dan halaman rumah untuk mencegah berkembangbiaknya nyamuk Aides Aegypti yang membawa virus dengue penyebab demam berdarah.

"Giatkan kembali gotong royong di wilayah masing-masing untuk pembersihan lingkungan agar jangan ada jentik nyamuk DBD sehingga anak-anak terhindar dari DBD," kata Viktor Makoni.

Sementara itu, di Kota Tasikmalaya sudah muncul kasus demam DBD sejak awal Januari 2021 tercatat 10 orang. Peningkatan tersebut, paling tinggi pada 2020 dengan jumlah 1.409 kasus di antaranya 20 orang meninggal dunia.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana mengatakan, pihaknya masih terus memantau perkembangan kasus DBD di 10 Kecamatan yang tersebar di 69 Kelurahan. Karena, selama ini tercatat 10 orang positif dan salah seorang pasien kembali masuk hingga sekarang telah mendapat perawatan. (OL-2)

BERITA TERKAIT