28 January 2021, 19:35 WIB

Pemerintah Dorong Pembangunan Politeknik Terintergasi Industri


Achmad Maulana | Nusantara

USAHA pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal dalam program hilirisasi mineral terus didorong oleh pemerintah. Salah satunya melalui pembangunan Politeknik yang terintegrasi dengan industri, seperti yang dilakukan oleh PT Virtue Nickel Dragon Industry (VDNI) di Sulawesi Tenggara.

Penasihat Khusus Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Prof. Yohanes Surya mengatakan, politeknik bisa menjadi salah satu bagian transfer teknologi yang dilakukan perusahaan agar nantinya bisa menggantikan tenaga kerja asing yang bekerja di pabrik. Politeknik tersebut akan berada di dalam area Kawasan Industri Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Kemenristekdikti Izinkan Pendirian Politeknik Cristo Re Maumere

”Kalau ada tenaga asing yang saat ini mungkin masih ada, kita harapkan begitu Politeknik berdiri dan begitu sudah ada lulusannya, tenaga-tenaga asing itu sudah tidak perlu lagi, semua adalah tenaga lokal,” ujar Prof. Yohanes Surya dalam keterangannya.

Menurutnya, hal tersebut dikarenakan semua fasilitas yang diberikan mulai dari kurikulum hingga pengajarnya disiapkan agar sesuai dengan keterampilan yang dibutuhkan oleh industri. Ia meminta Pemda setempat untuk memperhatikan bersama-sama hal tersebut dengan perusahaan yang ada di sana. Sehingga SDM yang ada di wilayah tersebut bisa meningkat kemampuan mereka.

“Politeknik ini akan dibangun secara internasional dan para dosennya pun dosen hebat. Sehingga kalau dosennya sudah bagus, kurikulumnya bagus, INTEK-nya ini kita persiapkan. Jadi dari lulusan SMA kita mungkin kasih matrikulasi dulu, persiapkan dulu sebelum nantinya masuk Politeknik,” jelas Yohanes.

Dengan adanya politeknik di Kawasan Industri Morosi, diharapkan dapat menciptakan SDM lebih baik lagi dan mereka harus mampu berkerja sama dengan semua institusi pendidikan baik di dalam maupun luar negeri.

“Kita harapkan Politeknik ini bisa bekerja sama tidak hanya dengan yang ada di Indonesia, bahkan yang kita harapkan dengan Politeknik atau Universitas top yang ada di Tiongkok, sehingga kita bisa ambil ilmunya mereka,” lanjutnya.

Pasalnya, ketika ada institusi pendidikan yang mampu bekerja sama dengan Universitas di luar yang mampu memecahkan masalah yang selama ini tidak bisa dicapai oleh Indonesia seperti rare earth atau logam tanah jarang yang sudah mampu diolah oleh Tiongkok.

“Misal kalau kita mau ke arah sana ke depannya bisa aja. Sebab kan di dalam nikel kan juga banyak logam tanah jarangnya dan lainnya gitu. Itu yang kita harapkan ke depannya kerja sama dengan perusahaan China, katakanlah saya bekerja sama dengan perusahaan maupun universitas di China atau di sini juga dengan UI, ITB, dan lain-lain bersama-sama membangun ini."

Yohanes berharap, Politeknik tersebut dapat menjadi Politeknik bertaraf internasional yang bisa jadi pendorong universitas lain untuk bangkit. Dengan keberadaan Politeknik yang akan diberi nama Virtue Dragon Institute of Technology tersebut diharapkan bisa menjadi pendorong dan mengangkat kualitas perguruan tinggi lainnya yang berada di wilayah tersebut. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT