28 January 2021, 17:25 WIB

Selain Covid, Warga Palembang Jangan Lengah DBD


Dwi Apriani |

PENYAKIT demam berdarah dengue (DBD) selalu terjadi setiap memasuki musim penghujan. Untuk itu, Pemerintah Kota Palembang meminta masyarakat agar mengantisipasi peningkatan kasus demam berdarah di wilayahnya.

Diantaranya dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan kebiasaan 3M yakni menutup, membersihkan dan menyingkirkan barang-barang bekas. Karena di musim penghujan seperti ini ancaman untuk penyakit DBD terus menghantui.

Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan mengatakan, berdasarkan data yang ada pada Januari 2021 mengalami penurunan jumlah penderita secara signifikan jika dibandingkan Januari tahun lalu.

"Untuk bulan ini yang tercatat di kita hingga 25 Januari ini tercatat 7 penderita DBD. Jumlah ini bila dibandingkan tahun lalu di periode yang sama sangat jauh sekali mengalami penurunan. Tahun lalu dengan periode yang sama jumlah kasus kita mencapai 89 kasus. Biasanya puncak dari DBD ini di bulan Januari ini. Tentu kita bersyukur kalau kasus ini menurun," ujar dia, Kamis (28/1).

Namun pihaknya justru kuatir karena kemungkinan banyak masyarakat Palembang yang tidak melakukan pengobatan di rumah sakit atau puskesmas setempat."Angka sedikit ini kita juga kuatir takutnya warga takut untuk berobat. Tapi saat ini kita masih cari tahu apa penyebabnya, karena kalau turunnya sangat jauh seperti itu, cukup aneh. Karena kalau musim hujan seperti sekarang biasanya puncak DBD," ungkap dia.

Ia berharap kalau memang angka penderita ini turun karena kesadaran masyarakat untuk melakukan 3M ini. "Tapi kalau disebabkan ketakutan warga membawa anggota keluarganya berobat akibat Covid-19, ini justru akan berbahaya. Karena DBD jika terlambat penanganannya tidak ada harapan bahkan juga bisa menyebabkan kematian," ungkap Yudhi.

Oleh karena itu, pihanya terus mengimbau agar warga Palembang jangan takut membawa anak atau keluarganya berobat. Sebab jika sudah demam lebih dari tiga hari dan tidak mereda, sudah harus segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit, sehingga pertolongan bisa lebih cepat dilakukan.

"Jika ada yang demam 1 hingga 2 terutama bayi dan anak segera datang ke fasilitas kesehatan," jelasnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat untuk tetap menjalankan pemberantas sarang nyamuk di linkungan masing-masing, dengan strategi 3M yakni menutup, membersihkan dan menyingkirkan barang yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk. Pihaknya pun terus berupaya untuk memberikan imbauan dan sosialisasi ini.

"Memang kita mengurangi tatap muka, tapi penyuluhan DBD tetap kita lakukan melalui grup media sosial ketua RT atau tokoh masyarakat," tutupnya. (OL-13)

Baca Juga: Bencana Kalsel Potret Salah Kelola Sumber Daya Alam

 

BERITA TERKAIT