27 January 2021, 15:42 WIB

Satu Dusun di Pekalongan Nyaris Hilang Akibat Banjir Rob


Akhmad Safuan | Nusantara

SATU dusun di Kabupaten Pekalongan nyaris hilang tenggelam dilanda abrasi dan banjir air laut pasang (rob). Pemerintah kabupaten setempat pun menyediakan satu hektare lahan untuk relokasi puluhan keluarga.

Pemantauan Media Indonesia, Rabu (27/1), puluhan keluarga tinggal di Dusun Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Setiap hari, mereka harus hidup berjibaku dengan banjir rob dan lahan yang terus habis tergerus laut, bahkan pantai yang sebelumnya cukup jauh kini sudah dekat dengan pemukiman penduduk.

Sebagian warga dusun memilih pindah ke dusun lain karena rumahnya tidak dapat lagi ditempati. Setiap hari, banjir rob setinggi sekitar satu meter merendam rumah warga. Kini, di dusun tersebut tersisa 60 keluarga yang bertahan meski harus hidup bersama banjir.

Tanggul penahan rob yang dibangun saat ini juga belum mampu mengatasi banjir di Dusun Simonet. Pemerintah Kabupaten Pekalongan pun segera mengambil langkah apalagi dusun sudah nyaris hilang dari peta karena sebagian sudah menjadi lautan.

"Kita segera lakukan relokasi untuk warga dusun itu," kata Camat Wonokerto Esy Pusiana.

Baca juga: BMKG Ingatkan Rob Ancam Surabaya hingga 30 Januari

Untuk merelokasi puluhan keluarga yang masih bertahan, ucap Esy Pusiana, Pemkab Pekalongan telah menyiapkan satu hektare lahan di Desa Semut. Ia berharap pembangunan sarana dan prasarana bisa segera selesai sehingga warga dapat segera dipindahkan..

Tanah yang dijadikan relokasi merupakan aset desa, setelah mendapat persetujuan dari masyarakat Desa Semut dan badan permusyawaratan desa (BPD) lalu diserahkan ke Pemkab Pekalongan.

"Progres relokasi sendiri saat ini sudah masuk ke Kementrian PUPR sejak Mei 2020," imbuhnya.

Komandan Kodim 0710 Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan meninjau persiapan areal relokasi dan sekaligus menyalurkan bantuan kepada ratusan keluarga di desa yang terlanda banjir rob dan nyaris hilang dari peta tersebut.

"Bantuan ini menyebar di tiga titik di antaranya Dukuh Pantirejo, Desa Wonokerto Kulon sebanyak 220 keluarga, Dukuh Simonet Desa Semut sebanyak 60 keluarga, dan 10 keluarga di Desa Pacakaran, Kecamatan Wonokerto," ujar Hamonangan Lumban Toruan.(OL-5)

BERITA TERKAIT