26 January 2021, 23:36 WIB

Cianjur Terima 10 Ribu Dosis Vaksin Sinovac, Rabu mulai Vaksinasi


Benny Bastiandy/Budi Kansil | Nusantara

SEBANYAK 10 ribu dosis vaksin Sinovac telah tiba di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dari Pemprov Jawa Barat, Selasa (26/1). Pemerintah Kabupaten Cianjur pun segera melaksanakan vaksinasi dengan prioritas pada tahap pertama bagi kalangan tenaga kesehatan.

Pantauan di lapangan, tiba sekitar pukul 09.14 WIB, distribusi vaksin tahap pertama itu langsung disimpan di Instalasi Farmasi milik Pemkab Cianjur di Jalan Raya Cibeber, Pasirsembung. Pendistribusiannya dikawal ketat aparat kepolisian.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Irvan Nur Fauzi, menjelaskan pada tahap pertama, vaksin akan diberikan kepada tenaga kesehatan dan nontenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan. Vaksin akan langsung didistribusikan ke rumah sakit pemerintah dan swasta serta beberapa puskesmas yang dijadwalkan pada Selasa (26/1).

"Besok (Rabu) mulai dilakukan penyuntikan. Insya Allah kick off-nya pada Kamis (28/1) di Pendopo Cianjur," kata Irvan seusai menerima vaksin, Selasa (26/1).

Vaksin sebanyak 10 ribu dosis dikemas dalam 250 dus. Masing-masing dus berisi 40 vial vaksis. "Sebagian besar akan kami distribusikan hari ini (Selasa) ke 4 titik. Sebagian lagi kami simpan untuk didistribusikan selanjutnya," ucap Irvan.

Empat titik yang akan menerima distribusi vaksin berada di RSUD Sayang, RSUD Cimacan, RS Dr Hafiz, dan Puskesmas Cianjur Kota. Selain kepada tenaga kesehatan, mengawali vaksinasi covid-19 di Kabupaten Cianjur akan dilakukan kepada unsur Forkopimda serta perwakilan masyarakat.

"Jadi ada 10 orang unsur Pentahelix terdiri dari birokrat, lalu dari swasta, kemudian influencer juga ada, lalu tokoh agama, dan perwakilan dari media (wartawan)," jelasnya.

Bagi penerima vaksinasi pada tahap pertama akan diberikan sebanyak dua kali. Pemberian vaksin yang kedua dilakukan 14 hari setelah vaksinasi tahap pertama.

"Untuk tahapan vaksinasi bagi kalangan masyarakat umum, kita lihat perkembangannya, apakah pemerintah menggunakan pabrikan-pabrikan yang lain. Tapi sampai sekarang perencanannya double doses (dua dosis)," ungkapnya.

Kapolres Cianjur, Ajun Komisaris Besar Mochammad Rifai, mengatakan kepolisian bersama TNI mengawal dan mengamankan vaksin sejak kedatangan hingga nanti pendistribusian ke setiap wilayah. Di tempat penyimpanan di setiap wilayah pun akan dijaga ketat.

"Ada 10 ribu dosis vaksin pada tahap pertama ini. Pendistribusian ke rumah sakit dan puskesmas pun akan kami kawal dan amankan bersama TNI," tuturnya.

Rifai mengimbau masyarakat agar mendukung program vaksinasi sebagai upaya menangkal potensi pejangkitan covid-19. Masyarakat pun tak perlu khawatir dengan vaksin karena sudah melalui uji klinis dan medis serta dijamin suci dan halal.

"Vaksinasi ini merupakan bentuk upaya pemerintah agar covid-19 bisa ditangkal," pungkasnya. (BB/BK/OL-10)

BERITA TERKAIT