26 January 2021, 07:13 WIB

Produksi Beras Hasil Petani Lebak Surplus Hingga 14 Bulan


mediaindonesia.com | Nusantara

PELAKSANA Data Statistik Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Supardi menyampaikan besaran produksi beras pada tahun 2020 sebanyak 330.640 ton. Sehingga kebutuhan konsumsi pangan akan terpenuhi sampaik awal 2022.

"Produksi beras hasil petani Kabupaten Lebak sebanyak 330.640 ton itu surplus selama 14 bulan ke depan, sehingga di tengah pandemi covid-19 persedian pangan relatif aman dan mencukupinya," kata Supardi, Senin (25/1).

Petani kini telah melaksanakan gerakan percepatan tanam guna mengoptimalkan produksi dan produktivitas pangan sehubungan memasuki musim penghujan.

Dengan demikian, persediaan beras melimpah dan tidak menjadikan ancaman kerawanan pangan di tengah pandemi.

"Kami terus mendorong agar petani mampu memberikan kontribusi pangan nasional," imbuhnya.

Baca juga: Perajin Tahu di Lebak Kembali Produksi

Produksi beras hasil petani Kabupaten Lebak juga mampu memasok ke Pasar Tanah Tinggi, Kota Tangerang dan Pasar Induk Cipinang Jakarta Timur. Selain itu juga menyumbangkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk penanggulangan kebencanaan.

Kebanyakan produksi beras itu dari hasil panen padi sawah dengan tiga kali musim tanam dengan memanfaatkan jaringan irigasi dan pompa untuk menyedot air permukaan.

"Kami bekerja keras agar petani bisa melaksanakan indeks penanaman (IP) tiga kali musim tanam guna meningkatkan produksi pangan," ungkap Supardi.

Berdasarkan data produksi beras sepanjang 2020 sebanyak 330.640 ton sedangkan kebutuhan konsumsi penduduk Kabupaten Lebak 1,3 juta per tahun rata-rata 143.724 ton, sehingga surplus 183.243 ton atau 14 bulan.

Produksi beras tahun 2020 meningkat dibandingkan 2019 sebanyak 291.178 ton atau surplus 147.454 ton untuk 12,3 bulan.

"Kami mendorong petani terus meningkatkan produksi beras di tengah pandemi covid-19 guna memenuhi ketersediaan pangan dan peningkatan ekonomi," tuturnya.(Ant/OL-5)

BERITA TERKAIT