25 January 2021, 14:20 WIB

Partisipasi Masyarakat dan Keamanan Pilkada 2020 Diapresiasi


Mediaindonesia.com | Nusantara

TINGKAT partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 lalu sebesar 76,09% atau mendekati target 77,5% yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Tingginya tingkat partisipasi pemilih ini pun mendapat apresiasi dari sejumlah pemantau pemilu.

"Tentu kita harus berikan apresiasi luar biasa kepada pemilih Indonesia dan banyak pihak lain seperti: pemerintah khususnya Kemendagri, penyelenggara pemilu, TNI, Polri, media massa, maupun pegiat pemilu yang bersama-sama memberikan kontribusinya bagi keberhasilan pelaksanaan Pilkada 2020," ujar Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD), August Mellaz.

Baca juga: Antisipasi Ancaman Covid-19 pada Pilkada Serentak

August mengatakan bahwa penyelenggaraan Pilkada 2020 yang aman dengan tingkat partisipasi pemilih yang tinggi harus diakui menjadi jawaban sebaliknya dari sejumlah pandangan yang sebelumnya dilontarkan sejumlah pengamat.

"Menurut saya ada yang luput dari perhatian kita selama ini bahwa pemilih Indonesia harus diakui sebagai pemilih yang memiliki loyalitas tinggi terhadap pelaksanaan pemilu/pilkada," ucapnya.

Menurutnya, kekhawatiran akan penyebaran covid-19 memang sempat menjadi faktor penghambat pelaksanaan Pilkada 2020. "Namun seiring dengan sosialisasi informasi tentang penerapan protokol kesehatan di semua aspek kehidupan termasuk pilkada, pada akhirnya mengembalikan lagi kepercayaan dan keyakinan pemilih untuk berpartisipasi dalam pilkada," jelasnya.

Sebelumnya, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Sung Y Kim, dalam kunjunganya kepada Mendagri Tito Karnavian pada (12/1) lalu juga menyampaikan selamat kepada Indonesia atas keberhasilan Pilkada 2020. "Saya ingin mengucapkan selamat atas suksesnya pemilihan (kepala) daerah yang lalu. Sungguh menakjubkan bagi saya kesuksesan tersebut," ucap Sung Y Kim.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak 2020 di 270 daerah mencapai 76,09%, naik 7,03% dari pemilihan 2015 dengan jumlah 269 daerah yaitu 69,06%. "Ini saya kira cukup baik karena angka ini mendekati target dan melampaui partisipasi pemilih Pilkada 2015," ujar Tito.

Tito mengatakan angka partisipasi pemilih itu menjadi salah satu keberhasilan bangsa Indonesia. Dia membandingkan dengan Pemilu Amerika Serikat pada November 2020 dengan partisipasi pemilih sebesar 66,9%. Menurut Tito, angka 66,9 persen itu merupakan partisipasi pemilih tertinggi di Pemilu AS selama 120 terakhir. Capaian tertinggi sebelumnya terjadi di Pemilu AS 1900 dengan angka partisipasi pemilih 73,9%.

Tito juga membandingkan dengan partisipasi pemilih di Pemilu Korea Selatan yang sebesar 66,2%. Dia menyebut angka itu juga merupakan yang tertinggi selama 28 tahun terakhir.

"Dengan tingkat partisipasi 76 persen lebih, artinya hampir 77 juta pemilih yang hadir pada saat hari pemungutan suara se-Indonesia. Ini adalah election nomor dua terbesar di seluruh dunia," ucap Tito. (Ant/A-1)

BERITA TERKAIT