24 January 2021, 18:00 WIB

Tukang Lauk Ajak Masyarakat Tingkatkan Konsumsi Ikan


Bayu Anggoro | Nusantara

PADA masa pandemi ccovid-19 semua orang dituntut selalu menerapkan pola hidup sehat. Tidak hanya dengan menjaga protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak fisik, dan rajin mencuci tangan, asupan makanan pun harus diperhatikan untuk memastikan kandungan gizi di dalam tubuh.

Salah satu kandungan gizi yang diyakini baik untuk kesehatan di
antaranya berasal dari ikan, terutama yang hidup di laut. Selain
memiliki protein yang tinggi, ikan laut dipercaya mengandung
omega 3 yang baik untuk kesehatan otak.

Untuk itu sejumlah anak muda di Kota Bandung, Jawa Barat, mengoperasikan warung makan Tukang Lauk. Mereka menyediakan  masakan yang semuanya berbahan dasar ikan.

Tak hanya ikan laut, tempat makan yang terletak di Jalan Ternate inipun
menyediakan masakan yang berbahan ikan tawar.

Salah seorang pengelola Tukang Lauk, Rizki Ray Ramadhan, mengatakan,
ikan memiliki banyak kandungan gizi yang diyakini mampu menjaga imunitas tubuh. Kandungan gizi yang bersumber dari ikan sangat dibutuhkan terutama di masa pandemi ini agar bisa meminimalkan potensi terpapar covid-19.

Di Tukang Lauk, menu ikan laut menjadi favorit dan lebih banyak dipilih oleh setiap pengunjungnya. Salah satunya ikan etong, yang
tekstur dan rasanya mirip daging ayam.

"Dengan bumbu tradisional yang didominasi rempah-rempah, menu ini memberi rasa yang enak sekaligus efek sehat bagi tubuh. Ikan jenis ini sangat baik untuk tubuh, selain proteinnya tinggi, juga ada omega 3," tambah Rizki.

Sejumlah ikan laut juga jadi andalan, di antaranya barakuda dan ikan
sebelah.

Rizki melanjutkan, ide membuka usahanya bermula dari kesadaran akan besarnya manfaat dari ikan. Apalagi di masa pandemi, ikan harus dikonsumsi sebagai makanan sehat agar daya tahan tubuh bisa bertahan baik.

"Kami melihat covid-19 ini sebagai peluang. Jika ingin sehat, salah
satunya konsumsi ikan laut," tandasnya.

Selain itu, menurutnya, membuka warung makan dengan menu ikan ini juga bertujuan untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat. "Selama ini, konsumsi ikan di masyarakat masih kurang. Kalah pamor dengan ayam."

Padahal, selain gizi ikan bagus dan lebih banyak, sebagai negara
maritim, Indonesia juga sangat kaya akan ikan.

Selain itu, konsumsi ikan kalah dari ayam, karena belum banyak masyarakat yang tahu kandungan gizi ikan. "Dari dulu, sejak kecil, kita dicekoki kalau protein itu ada di ayam, sehingga masyarakat kita pilihannya ayam," ujarnya. (N-2)

 

BERITA TERKAIT