23 January 2021, 09:23 WIB

Operasi Yustisi Prokes Jaring 8.466 Pelanggar


Djoko Sardjono | Nusantara

OPERASI yustisi penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan di Klaten, Jawa Tengah, berhasil menjaring pelanggar 8.466 orang. Berdasarkan Perbup No 40 Tahun 2020, kegiatan operasi masker itu digencarkan dalam upaya pencegahan dan pengendalian covid-19. Sementara itu, masyarakat umum yang terjaring operasi yustisi karena melanggar tidak memakai masker dikenakan sanksi penahanan KTP selama 10 hari. 

Sedangkan sanksi bagi pelanggar yang tidak membawa identitas wajib  kerja sosial bersih-bersih (menyapu) tempat fasilitas umum.

"Untuk kalangan pelajar yang tidak memakai masker diberikan imbauan agar  disiplin mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, identitas mereka dicatat petugas untuk dilaporkan ke sekolah," kata Plt Kepala Satpol PP Klaten, Rabiman kepada mediaindonesia.com, Jumat (22/1) sore.

baca juga: Kasus Covid-19 Bertambah, Kecamatan Juwiring Terbanyak 

Operasi yustisi penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan digencarkan sejak Agustus 2020. Dari hasil total 8.466 orang yang terjaring operasi, sebanyak 4.654 KTP pelanggar ditahan, 3.307 orang terkena saksi kerja sosial, dan 505 pelajar dicatat didentitasnya.

"Kegiatan operasi sekaligus sosialisasi protokol kesehatan dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Klaten. Operasi yang rutin digelar setiap hari ini melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) Klaten," lanjutnya. 

Terkait, kasus covid-19 di Klaten belum reda dan bahkan cenderung meningkat. Berdasarkan laporan Satgas Penanganan Covid-19, Jumat (22/1) ada penambahan 53 kasus terkonfirmasi positif dan enam orang meninggal dunia. Meski ada 31 pasien yang diyatakan sembuh. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT