22 January 2021, 17:50 WIB

Bupati Sleman Sri Purnomo Dalam Kondisi Baik


Agus Utantoro | Nusantara

KONDISI Bupati Sleman, Sri Purnomo menurut salah satu putranya, dr. Raudi Akmal dalam keadaan yang baik. Suhu tubuhnyya dan denyut jantung sudah kembali normal.

"Sudah tidak ada panas yang tinggi, denyut jantung normal dan saturasi juga 98 persen," kata Raudi, Jumat (22/1)

Meski demikian, jelas Raudy, Bupati Sleman tetap menjalankan isolasi mandiri di rumah dinasnya. Bahkan, imbuhnya, rumah dinas Bupati Sleman saat ini dipasang garis pembatas dan dipasangi tulisan larangan melintas di area dalam.

Raudy menjelaskan, ayahandanya tetap menjalankan tugas pemerintahan memimpin Sleman melalui berbagai media. "Fasilitas telekomunikasi yang tersedia semua dimanfaatkan," katanya.

Sementara itu, Sekda Sleman Harda Kiswoyo menyampaikan bahwa saat ini Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo melakukan isolasi mandiri di Rumah Dinas Bupati. Karena berdasarkan hasil swab antigen yang dilakukan Rabu (20/1) dinyatakan Positif dan diulangi dengan test PCR hasilnya juga positif. Kemudian pada 21 Januari dilakukan tes  CT Scan Thorax di rumah sakit yang menyatakan hasilnya bagus dan paru-paru bersih.

"Kondisi pak bupati saat ini dalam keadaan baik dan tidak ada gejala apapun, memang Rabu malam sempat demam mencapai 37,6 drajat Celsius dan batuk ringan. Sehingga mulai saat ini sampai 14 hari ke depan (Pak) Bupati Sleman melakukan isolasi mandiri di Rumah DInas dan tetap menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan secara daring dari Rumah Dinas Bupati," ujar Kiswoyo.

Ia menambahkan, Pemkab Sleman, hari ini (Jumat, 22/1) menggelar swab antigen dan rapid test di Pendopo Kabupaten Sleman. Tes ini diperuntukkan bagi pegawai instansi Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sleman serta awak media yang biasa meliput kegiatan Bupati Sleman.

"Untuk tracing pegawai Setda dan wartawan nanti yang beberapa hari ini kontak dengan pak Bupati, dan untuk menanggapi beberapa rekan kami yang di Dukcapil, karena ada 3 orang yang terpapar Covid 19, oleh karena itu perlu dilakukan tracing agar diketahui penyebaran covid di sekitar Dukcapil," jelas Harda Kiswaya

Penyelenggaraan swab antigen dan rapid tes tersebut diikuti 138 orang. Adapun hasil dari pemeriksaan tersebut, 8 orang dinyatakan positif terdiri dari 7 orang pegawai Dukcapil dan 1 orang staf Rumah Dinas Bupati Sleman. Untuk pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman dan wartawan dinyatakan negatif seluruhnya.

Sementara untuk operasional Kantor Dukcapil Sleman, Harda Kiswaya menyebut pelayanan akan berjalan seperti biasanya, akan tetapi terbatas yaitu pada hari Jumat (22/1) hanya melayani legalisasi dokumen kependudukan dari pukul 08.00 sampai dengan 10.00 WIB.

"Besok Senin sudah bisa buka seperti biasa, karena masyarakat banyak yang membutuhkan sehingga Dukcapil tetap buka tetapi memberikan pelayanan secara terbatas," Jelasnya. (OL-13)

Baca Juga: Usai Divaksin Bupati Sleman Positif Covid

Baca Juga: Kemenkes Duga Bupati Sleman Terpapar Covid-19 Sebelum Divaksin

BERITA TERKAIT