22 January 2021, 10:26 WIB

Tak Jadi Masuk Banyumas Karena Harus Tes Antigen Berbayar


Lilik Darmawan | Nusantara

SEJUMLAH warga luar daerah yang akan masuk ke Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) terpaksa balik kanan. Pasalnya, mereka tidak mau menjalani tes cepat antigen yang menjadi syarat masuk ke Banyumas. Alasannya, tes cepat antigen harus membayar Rp250 ribu. Dalam razia yang digelar di perbatasan antara Banyumas dengan Purbalingga, tepatnya di Desa Jompo Kulon, Kecamatan Sokaraja pada Kamis (21/1) sore hingga petang, sejumlah warga yang terjaring razia memilih balik kanan. 

"Saya dari Pemalang dan akan pulang ke Cilacap. Tetapi sampai di sini, harus tes antigen. Saya siap sebetulnya, tetapi karena harus membayar, saya kan tidak punya uang," ungkap Ahmad.

Ahmad mengatakan dengan biaya hingga Rp250 ribu, maka sangat berat bagi dirinya. Pilihan yang diambil adalah balik kanan saja. 

"Seandainya tes antigen gratis, saya sudah siap dan mau. Karena bayar, ya sudah, tidak jadi masuk Banyumas. Saya tidak memiliki uang sebanyak itu hanya untuk tes," tambahnya.

Warga lainnya, Agus Handoko asal Malang yang bekerja di sebuah hotel di Banyumas juga terkena razia. Dia telah bekerja di Banyumas sejak Oktober 2020 lalu, namun tidak memiliki KTP Banyumas. Karena akan masuk wilayah Banyumas dari arah Purbalingga, maka dia diwajibkan untuk mengikuti tes antigen. 

"Awalnya tidak masalah ada razia. Namun, saya terkejut begitu diwajibkan tes cepat antigen dan harus membayar. Ya sudah, pilihannya balik lagi saja, tidak masuk ke Banyumas," kata Agus Handoko. 

baca juga: Kota Tasikmalaya Dapat 4.020 Dosis Vaksin Covid-19 Tahap Pertama

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan bahwa pihaknya sudah mulai melakukan pengetatan di perbatasan. 

"Pada Kamis dilaksanakan razia di lima titik perbatasan dengan kabupaten tetangga seperti Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Kebumen dan Brebes. Tempatnya di Kecamatan Sokaraja, Somagede, Tambak, Lumbir dan Pekuncen. Razia secara mendadak dilaksanakan hingga 24 Januari mendatang. Waktunya tidak tentu, bisa pagi, siang atau sore," katanya.

Bupati menegaskan bahwa pihaknya memang tegas untuk melakukan pemantauan terhadap para pendatang dari luar daerah ke Banyumas. 

"Jika tidak mau rapid tes antigen yang berbayar, maka ya balik saja," tegasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT