21 January 2021, 15:37 WIB

Kasus Covid-19 belum Terkendali, Surakarta akan Perpanjang PPKM


Widjajadi | Nusantara

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Surakarta dipastikan mengikuti perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang digulirkan untuk wilayah Jawa-Bali oleh Pemerintah Pusat. Ini dikarenakan dalam pelaksanaannya, masih belum mampu mengerem penyebaran covid-19 dan masih mewabah di tengah masyarakat.

"Dari pelaksanaan PPKM yang tinggal 4 hari ini, situasi di Kota Solo masih belum seperti yang diharapkan. Penularan masih cenderung bertambah," kata Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Surakarta Ahyani di sela-sela menerima kedatangan para pengungsi korban gempa Mamuju di Bandara Adi Soemarmo, Kamis (21/1).

Pria sepuh yang menjabat sebagai Sekda Kota ini menyatakan sebenarnya upaya penegakan prokes sudah berjalan masif. Namun, karena Pemkot tidak bisa menutup mata sepenuhnya atas kesulitan masyarakat yang sedang bergulat bangkit dari ekonomi terpuruk, sehingga masih ada kelonggaran dari sisi kemanusiaan.

"Ya bagaimana lagi, Pemkot juga tidak mampu membantu, sementara warga berupaya memenuhi kebutuhan.Tetapi yang penting, upaya penegakan prokes terus berjalan. Nanti usai 25 Januari kita akan evaluasi hasilnya," kata Ahyani menjawab Media Indonesia.

Baca juga:  10.620 Nakes di Surakarta Divaksinasi Covid-19

Pemkot Surakarta lewat Satgas Covid-19 terus mengupayakan penanggulangan penularan sesuai prokes melalui sejumlah tindakan operasi yustisi yang dibantu TNI-Polri. Bahkan kerja perkantoran pun dibagi dua, sebagian melaksanakan tugas di kantor dan sebagian lagi WFH (work from home). Selain itu juga dilakukan pelaksanaan vaksinasi covid-19 di tingkat tenaga kesehatan.

Sejauh ini penyebaran covid-19 di Solo masih fluktuatif, cenderung tinggi. Pernah pecah rekor pada hari kedua PPKM sebanyak 250 orang dalam satu hari dan pada Selasa (18/1) terjadi lonjakan dalam sehari mencapai 237 kasus positif. Kemudian, Rabu (20/1), terjadi 66 kasus positif dalam sehari.

Bahkan dalam beberapa hari terakhir, pelayanan Puskesmas Kratonan dipindahkan ke Puskesmas Joyontakan, karena belasan pegawainya terkonfirmasi positif covid-19.

"Sudah beberapa hari ini layanan kesehatan Puskesmas Kratonan ditutup dan dipindahkan ke puskesmas terdekat," ungkap Camat Serengan Agung Wijayanto yang baru saja menerima pelaporan kasus covid di Puskesmas Kratonan.(OL-5)
 

BERITA TERKAIT