21 January 2021, 12:53 WIB

54 Pengungsi Gempa Sulbar Tiba di Bandara Adisumarmo Boyolali


Widjajadi | Nusantara

TRAUMA dan takut dengan gempa bumi susulan yang dimungkinkan masih terjadi di Kabupaten Majene dan Kota Mamuju, Sulawesi Barat, 14 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 54 jiwa minta diungsikan ke daerah asalnya di Pulau Jawa.

Para pengungsi Mamuju dan Majene, Kamis pagi (21/1) diangkut dengan pesawat Herkules A-1330 milik TNI AU dari Bandara Sultan Hasanudin Makasar, untuk diterbangkan menuju Bandara Adi Sumarmo, Boyolali dan mendarat nyaman pukul 10.30.

"Kami memang meminta untuk sementara dipulangkan ke daerah asal, karena trauma dan takut terjadi gempa susula. Karena gempa tidak hanya sekali, tapi beberapa kali yang merenggut banyak korban jiwa dan menghancurkan banyak rumah," kata Sukoyo, 46, warga Kota Mamuju asal Jumantono, Boyolali.

Sukoyo mengungsi bersama 6 anggota keluarganya. Selebihnya masih ada 13 kepala keluarga pengungsi dengan 48 jiwa yang diangkut bersama menuju sejumlah daerah di Jawa Tengah, seperti Karanganyar, Srage, Sukoharjo, Magelang dan Demak.

Sementara Bayu, 30, pengungsi lainnya mengatakan gempa bumi dahsyat terjadi beberapa kali di Majene maupun Mamuju memang bukan sekadar menimbulkan ketakutan, tetapi juga trauma berkepanjangan.

"Karena itu wajar jika kami minta diungsikan ke tempat aman, sampai suasana menjadi stabil atau normal kembali. Ternyata banyak warga asal Pulau Jawa minta diantar ke kampung halaman di  Jateng ini. Saya sendiri berasal dari Polokarto, kabupaten Sukoharjo," ungkap Bayu.

Danlanud Adi Soemarmo, Kol Nav I Nyoman Suadnyana menjelaskan, TNI AU memang membantu kelancaran pemulangan para pengungsi kedaerah asal di Pulau Jawa dan daerah lain di tanah air.

"Yang diangkut dengan Herkules A-1330 tadi bukan hanya 54 jiwa saja, tapi juga bersama 48 pengungsi yang berasal dari beberapa wilayah di Jatim. Karena itu usai mendarat di Adi Sumarmo, Herkules terbang lagi untik mengantar ke Malang, Jatim," papar Nyoman Suadnyana.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Harso Susilo mengatakan, ada 12 pengungsi asal Jawa Tengah harus tertunda keberangkatannya karena terindikasi covid-19.

"Jika sudah bebas atau sembuh dari covid, mereka akan dibawa ke Jateng. Kami sifatnya membantu dan memfasilitasi untuk menuju ke daerah asal sesuai permintaan pengungsi. Kami terus koordinasi dengan Pemprov Sulbar terkait kepentingan pengungsian ke daerah asal di Jateng ini," tukas dia.

baca juga: Pemprov Sulsel Pulangkan Pengungsi Gempa ke Jawa

Para pengungsi korban gempa bumi Mamuju dan Majene itu begitu mendarat langsung menjalani tes rapid antigen, sebelum dibawa ke Solo Tekno Park milik Pemkot.

"Kami memfasilitasi kepulangan pengungsi, untuk berisitirahat beberapa waktu sebelum di antar ke daerah asal sesuai keinginan pengungsi," tukas Sekda Solo, M Ahyani. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT