21 January 2021, 11:51 WIB

Rekonstruksi Pasca Banjir Jadi Prioritas Pemprov Kalsel


Akhmad Safuan | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan terus mendata kerugian pasca bencana banjir besar yang melanda 11 kabupaten/kota di wilayah tersebut guna percepatan rekonstruksi pasca bencana. Hal ini diungkapkan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, Kamis (21/1) usai meninjau dan menyalurkan bantuan bagi warga korban banjir di Kabupaten Banjar. 

"Sebagian daerah sudah surut dan aktivitas masyarakat sudah berangsur normal. Namun masih ada beberapa daerah yang masih terendam seperti Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan Banjarmasin," ungkapnya.

Sahbirin mengatakan pihaknya terus mendata dampak dan kerugian bencana banjir guna percepatan rekonstruksi pasca bencana di wilayah tersebut. 

"Upaya penanganan pasca bencana menjadi prioritas kita," tutur Sahbirin sembari mengatakan Pemprov Kalsel memberikan apresiasi atas dukungan dan bantuan pemda serta relawan dari kabupaten serta provinsi tetangga dalam penanganan bencana banjir di Kalsel.

Senada, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK juga berterimakasih atas kepedulian semua pihak dalam membantu penanganan bencana banjir di Kalsel. Menurut Supian HK bantuan berupa dana stimulan yang dijanjikan pemerintah pusat bagi warga korban banjir diharapkan dapat mempercepat upaya rekonstruksi pasca bencana.

Pemerintah melalui BNPB akan memberikan bantuan berupa dana stimulan untuk rumah warga yang mengalami kerusakan akibat terdampak banjir. Adapun besaran dana stimulan tersebut adalah Rp50 juta untuk rumah Rusak Berat (RB) Rp25 juta untuk rumah Rusak Sedang (RS) dan Rp10 juta untuk rumah Rusak Ringan (RR).           

BPBD Kalsel mencatat jumlah warga terdampak bencana banjir di 11 kabupaten/kota di Kalsel mencapai 106.751 keluarga atau 349.070 jiwa. Sebanyak 62.638 rumah terendam banjir dan 77.890 warga mengungsi. Banjir juga menyebabkan 14 buah jembatan, puluhan bangunan sekolah dan tempat ibadah rusak serta 18 kilometer jalan rusak. Sebanyak 16 orang warga dilaporkan tewas akibat banjir.

baca juga: Korban Banjir Kalimantan Selatan Terus Bertambah

Pada bagian lain BMKG memperkirakan cuaca ekstrem masih akan berlangsung di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Kalsel. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal menjelaskan, puncak musim hujan diperkirakan akan berlangsung hingga Februari 2021.

"Kami mengimbau masyarakat dan seluruh pihak untuk tetap terus mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang cenderung meningkat di dalam periode puncak musim hujan ini," ujar Herizal. (OL-3)

BERITA TERKAIT