21 January 2021, 06:08 WIB

Pemerintah Harus Intervensi Banjir Kiriman Dari Malaysia


Mediaindonesia.com | Nusantara

BUPATI Nunukan Asmin Laura Hafid akan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dalam penanganan banjir impor di Sembakung,   karena berkaitan dengan negara lain. Ia ingin agar ada solusi supaya masyarakat di Kecamatan Sembakung tidak selalu menjadi korban banjir kiriman. Banjir yang melanda Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terjadi setiap tahun akibat meluapnya Sungai Pansiangan yang berhulu di Negeri Sabah, Malaysia.

Warga setempat dan Pemkab Nunukan menilai banjir yang menenggelamkan ribuan rumah ini dikenal sebagai banjir impor dari negara tetangga Malaysia. Selain itu, koordinasi dengan Pusat juga berkaitan dengan penanganannya yang membutuhkan anggaran besar sementara pemerintah daerah tidak mampu menalangi semuanya.
  
"Penanganan banjir kiriman dari Malaysia yang berlangsung di Sembakung setiap tahun ini perlu dicarikan solusi oleh Pemerintah di pusat karena berkaitan dengan negara lain," ujar Laura.
  
Kemudian, Bupati Nunukan juga menyinggung soal anggaran penanganan bagi masyarakat terdampak yang mencapai ribuan keluarga tersebut ditambah sejumlah fasilitas umum seperti sekolah dan perkantoran yang memerlukan dana cukup besar sehingga perlu intervensi pusat.

baca juga: BNPB Pernah Ingatkan Potensi Gempa Besar di Sulbar
  
Informasi yang diperoleh dari Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Sembakung Abdullah menyebutkan sebanyak delapan desa dan 1.552 keluarga dan 5.682 jiwa yang terdampak banjir kiriman dari negara tetangga. (Ant/OL-3)

BERITA TERKAIT