20 January 2021, 23:34 WIB

Pusat Layanan Kesehatan Dukung Pariwisata Labuan Bajo


Eni Kartinah | Nusantara

PANDEMI Covid-19 telah berdampak terhadap banyak sektor termasuk sektor pariwisata. Namun pandemi tidak boleh menghentikan aktivitas pariwisata sebagai sumber pendapatan.

Dalam mencegah penyebaran pandemi yang terpenting melaksanakan protokol kesehatan dengan menerapkan 3M atau memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan.

Labuan Bajo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata favorit baik bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

Dalam pengembangan pariwisata Labuan Bajo, Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai Barat juga melibatkan bidang kesehatan berupa pelayanan rumah sakit. Sejak November 2020, pemda setempat telah bekerja sama dengan Siloam Hospitals Labuan Bajo.

“Sejak November 2020 lalu saat dilakukan simulasi protokol kesehatan dan keamanan untuk destinasi wisata Labuan Bajo oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi KreatifI, kami berpartisipasi sebagai pusat rujukan fasilitas layanan kesehatan,” ungkap dr. Hermas Irawan, M.M , Direktur Siloam Hospitals Labuan Bajo di Labuan Bajo, Rabu (20/1).

Hermas menjelaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan area pendaftaran dan layanan rawat jalan bagi para wisatawan. Bahkan Siloam Hospitals Labuan Bajo juga menyiapkan tim emergensi bagi para turis yang mengalami kecelakaan dan sakit saat berwisata di Labuan Bajo.

Menurut Hermas, kenyamanan dalam berwisata merupakan hal pokok yang diinginkan para turis, termasuk kenyamanan dalam mendapatkan fasilitas kesehatan.

"Siloam Hospitals Labuan Bajo telah menyiagakan layanan ambulance call out untuk setiap hotel yang membutuhkan termasuk layanan ambulans di udara hingga persiapan rujukan melalui pesawat komersial yang ditujukan kepada jaringan rumah sakit Siloam lainnya di wilayah Indonesia Timur," ungkap Hermas.

Untuk pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi para wisatawan, Siloam Hospitals Labuan Bajo telah menyediakan layanan Hyperbaric Oxygen Chamber Therapy (HBOCT).

Selain ditujukan untuk penanganan penyakit dekompresi yang kerap dialami oleh para penyelam laut dalam, hyperbaric oxygen turut dimanfaatkan untuk mengobati berbagai indikasi klinis.

Hyperbaric oxygen juga bisa digunakan untuk penyembuhan luka tubuh seperti luka bakar dan luka terkait penyakit diabetes melitus serta pencangkokan kulit. Terapi ini sudah pernah kita lakukan di 2019 untuk dua pasien dan hasilnya bagus,” papar Hermas.

Seiring dengan munculnya pandemi Covid-19 pada tahun 2020,  pelayanan hyperbaric hanya diperuntukan untuk kasus emergensi dengan pertimbangan menjaga penyebaran dan penularan Covid-19 agar tidak menularkan pasien yang akan menjalani terapi hyperbaric.

Dalam penanganan kesehatan terkait Covid-19, Siloam Hospitals Labuan Bajo melalui layanan screening untuk para pelaku perjalanan, yaitu rapid test antibodi, rapid test antigen, ID Now termasuk Swab PCR.

“ Adapun bagi layanan pasien Covid-19, manajemen Siloam Hospitals Labuan Bajo pun telah menyediakan area khusus bagi layanan pasien terpapar Covid-19 termasuk ruang khusus untuk isolasi,” jelas Hermas. (Nik/OL-09)

 

BERITA TERKAIT