20 January 2021, 12:42 WIB

Susi Air Buka Penerbangan Perdana di Sorong Raya


Martinus Solo | Nusantara

UNTUK menjangkau daerah terpencil di daerah Sorong Raya, Papua Barat, Susi Air melebarkan sayap melayani rute di Sorong Raya.. Kehadiran Susi Air ini untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah Sorong Raya.

Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Domine Eduard Osok (DEO) Sorong menggelar penerbangan perdana  Angkutan Perintis 2021 KPA Sorong, di ruang tunggu Bandara DEO Sorong, Rabu (20/1).

Kepala UPBU Kelas I Domine Eduard Osok (DEO) Sorong Cece Taryana mengatakan dengan adanya penerbangan angkutan perintis yang melayani rute wilayah Sorong Raya, dijadikan sebagai jalinan atau jembatan untuk menghubungkan daerah-daerah terpencil dan terisolir yang tidak tersedia moda transportasi lainnya.

Sekaligus untuk stabilitas keamanan dan pengembangan wilayah itu sendiri,  dengan dibukanya penerbangan angkutan perintis merupakan solusi yang tepat.

"Kita hari ini mulai penerbangan perdana untuk perintis, untuk wilayah Sorong Raya terdapat lima lokasi bandar udara yang akan kita layani. Dengan jumlah flight sesuai kontrak sebanyak 1.144 flight, yaitu untuk wilayah Ayawasi, Inanwatan, Teminabuan, Waisai dan Kabare," terang Cecep usai peluncuran penerbangan perdana di Bandara Deo Sorong.

Penerbangan perintis ini sebelumnya juga melayani daerah Werur. Namun untuk tahun ini sementara diistirahatkan, karena ada beberapa permasalahan. Termasuk kesiapan prasarananya yang harus diselesaikan dengan pemerintah daerah.

"Sehingga penggantinya adalah Waisai Raja Ampat, mudah-mudahan dengan dilayaninya rute Waisai Raja Ampat, akan mendorong pariwisata di sana. Dan memudahkan bagi para pelancong yang akan menikmati keindahan alam di sana," bebernya.

Mengacu pada Surat Edaran Gustus Nomor 1 Tahun 2021 dan juga Surat Edaran Nomor 3 tahun 2021 dari Dirjen Perhubungan Udara, untuk angkutan udara perintis tidak dipersyaratkan terbang dengan menggunakan rapid antigen karena penerbangan berada di wilayah Sorong Raya. Apabila pengguna jasa penerbangan hendak terbang keluar Papua Barat harus menyertakan rapid test antigen.

"Dengan adanya penerbangan perintis yang melayani wilayah Sorong Raya, menandakan pemerintah hadir untuk melayani masyarakat. Dengan tujuan menjembatani tersedianya sarana angkutan udara, supaya terjadinya hubungan komunikasi sosial budaya di wilayah Sorong Raya. Harapannya ertumbuhan serta rencana pengembangan wilayah dapat terlaksana dengan baik," tegas Cecep.

baca juga: Bantuan Panglima TNI dan Kapolri Diterima Tokoh Agama di Kaimana

Sementara itu Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Sorong Wilce Kareth menambahkan, pada prinsipnya Pemerintah Daerah memberikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan yang telah bekerja sama dengan otoritas Bandara DEO Sorong, dalam menghadirkan layanan perdana Susi Air wilayah Sorong Raya.

PIC Operasional Susi Air Sorong Muhammad Riza Pahlepi merincikan untuk penerbangan selama pandemi covid-19 jumlah penumpang dibatasi 8 orang dari kapasitas 12 penumpang. Dan semua penumpang tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19. (OL-3)

,

BERITA TERKAIT