19 January 2021, 23:06 WIB

Kota Tasik Masuk Predikat Rendah dalam Jaga Jarak dan Pakai Masker


Kristiadi | Nusantara

Kota Tasikmalaya masuk dalam tiga daerah paling rendah kesadarannya dalam hal menjaga jarak dan memakai masker. Ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan bahaya penyebaran virus Covid-19 di Jawa Barat. Peningkatan kasus yang telah terjadi sekarang ini harus membuat warga tetap mematuhi dan tak abai dengan penerapan protokol kesehatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf mengatakan, wilayahnya telah masuk tiga daerah paling rendah dalam menjaga jarak dan memakai masker menjadi peringatan keras bagi masyarakat mengingat kasus yang terjadi sekarang terus mengalami peningkatan. Namun, sekarang ini masyarakat supaya patuh dan tidak terlena lagi terutama harus selalu disiplin.

"Pengumuman yang dilakukan Provinsi Jabar, bagus supaya warga mendapatkan peringatan keras untuk menjalankan protokol kesehatan. Karena, penyebaran virus korona sekarang ini berbahaya dan mudah-mudahan dengan ada kesadaran tersebut semakin meningkat untuk menerapkan dengan cara memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan tidak lagi berkerumun," katanya, Selasa (19/1/2021) di Kantor Dinas Kesehatan.

Ia mengatakan, peningkatan kesadaran warga memakai masker dan menjaga jarak sejatinya harus ditingkatkan oleh tim Satuan Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya. Selama ini masih banyaknya menyepelekan. Akan tetapi, untuk sekarang tim Satgas harus lebih tegas supaya tidak terjadi peningkatan kasus meskipun berbagai peringatan mulai teguran, denda, dan sanksi telah dilakukan tiap harinya.

"Kita sudah semaksimal mungkin memberikan peringatan keras kepada pelanggar yang tidak memakai masker dan menjaga jarak. Namun, kuncinya tetap dari kesadaran masyarakatnya sendiri jangan sampai sudah dalam kondisi bahaya mereka baru sadar tetapi sekarang ini yang harus dilakukan protokol kesehatan guna memutus mata rantai virus korona," ujarnya.

Menurutnya, Kota Tasikmalaya sekarang ini sudah masuk zona oranye. Artinya penyebaran kasus covid-19 telah mengalami penurunan dari angka aktif 900 menjadi 400. Tetapi kunci utamanya berkurangnya kerumunan orang dan meningkatnya pemakaian masker. ''Karena, tim Satgas sering kali menggelar razia gabungan dan patroli mulai dari pagi, siang, sore hingga malam," paparnya.

Sebelumnya, menurut data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang telah diumumkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada 15 januari 2021 terdapat tiga daerah yang tidak patuh dalam menjaga jarak. Yakni Kota Depok, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut. Kota Depok dianggap paling tidak patuh dan nilai 55,07%. (AD/OL-10)

BERITA TERKAIT