19 January 2021, 21:54 WIB

Kenaikan Kasus Baru Positif Covid di Mabar Mencemaskan


John Lewar | Nusantara

PENINGKATAN jumlah kasus penularan virus korona (Covid-19) di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT mencemaskan. Penambahan kasus covid-19 mayoritas berasal dari transmisi lokal.

Sejak awal tahun hingga hari ini Tim Gugus Tugas Penanganan, Pencegahan dan Pemberantasan Covid-19 di Mabar mencatat sabab hari terjadi tren kenaikan kasus. Kenaikan ini umumnya dari produksi lokal atau transmisi lokal.

"Petugas pencatat survelence menemukan terjadi kenaikan kasus covid-19 sehingga perlu exstra waspada. Masyarakat diminta waspada dan disiplin protokol kesehatan harus ditingkatkan," tegas Pjs Sekretaris Daerah Mabar Ismail Surdi, yang juga ketua pelaksana tim gugus tugas, Selasa (19/1).

Dari awal tahun sampai saat ini sudah tiga orang meninggal akibat Covid. Pihaknya, jelas dia, sudah mengetatkan jalur keluar masuk barang dan manusia baik melalui pelabuhan maupun di Bandara Komodo Labuanbajo.

"Kewaspadaan dan mentaati protokol belum maksimal. Virus ini memang sungguh berbahaya sudah tembus di angka dua ratusan orang," ucap Ismail.

Sementara Kabag Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Mabar Yohanes Johan, menyebutkan tren kenaikan sudah tak bisa dielak. Sebab kasus ini sudah masuk pada transmisi lokal. Untuk memutus penyebaran ini, pengendalian hanya ada pada diri sendiri dan keluarga terhadap disiplin prokes.

Yohanes Johan memaparkan, kasus positif Covid hingga 19 Januari 2021, Pukul 18.00 Wita, tercatat 300 orang dengan 3 meninggal, sembuh 164 orang.
Masih diisolasi; 133 orang dengan rincian tempat isolasi:
- RSUD Komodo : 22
- Karantina Pemda Belakang GOR : 0
- Karantina Pemda (Nakes) : 0
- Isolasi Mandiri di rumah sendiri : 111

"Kami tidak bosan mengingatkan agar jangan lupa 3M yakni menggunakan masker tutup hidung dan mulut saat di luar rumah, selalu mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak minimal 1,5 meter," pesannya. (OL-13)

Baca Juga: Tiga Hari Terakhir, Penambahan Covid-19 di DIY di Bawah 300 per Ha

BERITA TERKAIT