19 January 2021, 16:32 WIB

Merapi Masih Siaga, Warga Diminta Tetap di Pengungsian


Ardi Teristi | Nusantara

KONDISI Gunung Merapi yang masih siaga, SEKDA DIY, Kadarmanta Baskara Aji meminta warga untuk tetap berada di pengungsian. Saat ini Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) belum menurunkan status aktivitas Merapi.

"Jaga-jaga seperti yang kita lakukan saat ini jauh lebih baik dibanding kalau kita gerobyakan (tidak siap) saat terjadi peristiwa (erupsi)," jelas  dia, Selasa (19/1).

Kebijakan Pemda DIY dalam penanganan pengungsi di lereng Merapi  menyesuaikan kebijakan dari BPPTKG. Ia menyadari, para kelompok rentan sudah merasa bosan di pengungsian. Namun, para pengungsi jauh lebih baik apabila tetap berada di pengungsian.

Di sisi lain, Berdasarkan data BPPTKG, awan panas guguran Gunung Merapi terjadi pada pukul 02.27 WIB, 19 Januari 2021. Awan panas tercatat di seismogram dengan amplitudo 60 mm dan durasi 209 detik. Jarak luncur sekitar 1800 meter ke arah  Barat daya (Kali Krasak-Boyong) dengan tinggi kolom 500 m di atas puncak  dan angin bertiup ke Timur. Guguran lava pijar dari pukul 00.00-06.00 WIB terjadi sebanyak 30 kali dengan jarak luncur 300 meter-900 meter ke Barat Daya.

Berdasarkan data dari Pusdalops Kabupaten Sleman (18 Januari 2021 pukul 21.00), jumlah total pengungsi yang telah dievakuasi di Barak Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan sebanyak 184 Jiwa. Selain itu, 62 hewan ternak juga diungsikan. (R-1)

 

BERITA TERKAIT