17 January 2021, 04:40 WIB

Mutasi Virus tidak Pengaruhi Vaksin


(Fer/X-11) | Nusantara

KEPALA Badan POM Penny Lukito menyebut sejauh ini belum ada penelitian atau data baru yang menunjukkan bahwa strain atau mutasi virus korona akan memengaruhi potensi vaksin yang tengah dikembangkan di Bandung.

"Harapannya adalah para peneliti atau expert mengatakan bahwa jika pun mutasi, akan slide sehingga tidak mengubah spike protein atau masih tetap bisa dikenali antibodi yang meningkat," kata Penny dalam webinar bertajuk Ketahanan Kesehatan untuk Ketahanan Nasional, kemarin.

Dia menjelaskan, antibodi pascaimunisasi meningkat drastis mencapai 23 kalinya berdasarkan uji klinis di Bandung. Padahal, minimum standarnya ialah 4 kali.

"Sero-positif setiap individu berbeda, tetapi harapannya adalah cukup untuk melindungi kalau ada mutasi. Harapannya, mutasi tidak signifikan dalam waktu yang cepat sekarang ini. Saya kira nanti riset akan berkembang dan yang jelas vaksin yang dikembangkan saat ini masih tetap bisa mengenali (antibodi) terhadap virus," sebutnya.

Senada, Dirut PT Bio Farma Honesty Basyir menjelaskan beberapa strain virus yang ada sepertinya belum menyebabkan spike protein atau menimbulkan infeksi.

"Ada beberapa kajian awal dan kami coba berkaca dari partner. Jadi strain virus yang ada hanya lebih men-trigger kecepatan penularan. Antibodi yang dimunculkan vaksin yang sedang dikembangkan ini masih cukup untuk menahan strain virus baru," jelasnya.

 

Tingkat efikasi

Pada uji klinis fase III di Bandung, data imunogenisitas menunjukkan hasil yang baik pada 14 hari setelah penyuntikan dengan hasil sero-positif atau kemampuan vaksin membentuk antibodi 99,74% dan pada tiga bulan setelah penyuntikan hasil sero-positif sebesar 99,23%.

Kendati data imunogenisitas terbilang tinggi, efikasinya masih lebih rendah jika dibandingkan dengan uji klinik fase III di Turki dan Brasil. Efikasi vaksin Sinovac berdasarkan laporan dari pengujian di Turki ialah 91,25% dan di Brasil 78%. Sementara itu, hasil analisis Badan POM menunjukkan vaksin covid-19, yang dipakai di uji klinis fase III di Bandung, menunjukkan efikasi vaksin sebesar 65,3%. (Fer/X-11)

BERITA TERKAIT