17 January 2021, 04:20 WIB

Polri Analisis Penanganan Wilayah


Rahmatul Fajri | Nusantara

KORPS Bhayangkara mengambil langkah cepat sebagai antisipasi melonjaknya jumlah kasus covid-19 selama dua pekan terakhir. Melalui Surat Telegram Nomor ST/67/I/Ops.2./2021, Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan seluruh jajaran untuk segera menganalisis dan mengevaluasi penanganan pandemi di wilayah masing-masing.

Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Agus Andrianto selaku Kepala Operasi Terpusat Aman Nusa II Penanganan Covid-19 Tahun 2021 menekankan jajaran untuk melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, serta pihak rumah sakit dan stakeholder.

Upaya itu penting direalisasikan guna menambah kapasitas tempat isolasi, IGD, ICU, dan rumah sakit darurat jika dibutuhkan. "Surat Telegram ini dialamatkan kepada para Kasatgas Opspus Aman Nusa II, Kasubsatgas Aman Nusa II, Kaopsda Aman Nusa II (Kapolda), dan para Kasatgas Opsda Aman Nusa II," kata Komjen Agus, kemarin.

Agus juga meminta jajaran Ops Aman Nusa II melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat secara masif terkait dengan pelaksanaan vaksinasi. Sosialisasi itu melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan artis atau influencer agar masyarakat tidak takut divaksinasi.

"Terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan disiplin mematuhi protokol kesehatan, terutama 3M, untuk selanjutnya bersama-sama dengan pemda, TNI, dan stakeholder lainnya melakukan pengawasan dan pendisiplinan secara ketat dengan meningkatkan kegiatan operasi yustisi," terang Agus.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Muhammad Fadil Imran mengingatkan seluruh personel PMJ untuk fokus memutus mata rantai penyebaran covid-19 yang semakin meninggi, khususnya di wilayah zona merah. Kapolda bersama Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman serta pemerintah daerah telah bergerak dan terjun langsung ke zona merah di Jakarta.

Menurut Kabid Humas PMJ Kombes Yusri Yunus, Irjen Fadil akan langsung bekerja di lapangan dan mendatangi polsek-polsek yang masuk zona merah. Kapolda bekerja di polsek untuk langsung mengawasi setiap apa pun yang dilakukan di Kampung Tangguh Jaya sekaligus membantu menekan penyebaran covid-19. "Ini Kampung Tangguh akan kita kedepankan. Kemudian yang kedua, kita laksanakan operasi yustisi yang akan ditingkatkan betul."

 

Kasus bertambah

Pemerintah berupaya menjelaskan mengenai pandemi penularan virus korona karena masih terus terjadi penambahan pasien secara signifikan di tengah masyarakat. Berdasarkan data pemerintah yang masuk hingga pukul 12.00 WIB, kemarin, tercatat ada sebanyak 14.224 kasus baru.

Penambahan itu menyebabkan jumlah kasus covid-19 di Indonesia mencapai 896.642 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020. Informasi ini diungkapkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

Meskipun jumlah kasus terus bertambah, harapan muncul dengan semakin banyaknya pasien covid-19 yang sembuh. Dalam sehari, diketahui ada penambahan 8.662 pasien yang sembuh dan dianggap tidak lagi terinfeksi sehingga saat ini total ada 727.358 pasien sembuh dari covid-19.

Namun, kabar duka kembali muncul dengan bertambahnya pasien covid-19 yang meninggal dunia. Pada periode 15-16 Januari 2021, terdapat 283 pasien meninggal sehingga angka kematian akibat covid-19 di Indonesia mencapai 25.767 orang. Selain kasus positif, ada pula 69.414 orang yang berstatus suspek terkait dengan penularan. (Ssr/Put/J-2)

BERITA TERKAIT