16 January 2021, 09:12 WIB

Harga Kopra Hitam Rendah, Pemprov Malut Pilih Ekspor Kopra Putih


Hijrah Ibrahim | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Maluku Utara, melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) bersama Komisi II DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut), melepas pengiriman perdana Kopra Putih hasil produksi kelompok binaan Disnakertrans, di Desa Rioribati, Halmahera Barat, Kamis (14/1)

Petani kopra di bawah bimbingan PT Rumah Kelapa Mekarsari itu sukses memproduksi 10 ton kopra putih untuk diekspor melalui mitra eksportir di Surabaya, Jawa Timur.

Pelepasan ini ditandai dengan pemecahan buah kelapa oleh Kadisnakertrans Ridwan Hasan.

Baca juga: Kemensos Dirikan 3 Posko Dapur Umum di Sulbar

Dalam sambutannya, Ridwan menyampaikan kegiatan pengolahan kopra putih merupakan salah satu program prioritas Dinas Nakertrans dalam upaya memperluas kesempatan kerja sektor informal pedesaan.

Sekaligus, kata dia, sebagai jawaban atas permasalahan rendahnya harga kopra di Malut, yang hingga saat ini belum bisa diselesaikan, dan hanya mengikuti mekanisme pasar.

Menurutnya, jika saat ini harga kopra mulai merangkak naik, itu karena mekanisme pasar yang berlaku, belum merupakan upaya intervensi dari pemerintah daerah, dalam hal ini dinas terkait.

"Kita harus melakukan terobosan  untuk dapat mengawal dan mengantisipasi gejolak dan dinamika  harga kopra yang cenderung tidak stabil ini, dan untuk itulah Kopra putih menjadi pilihan karena memiliki keunggulan dari sisi harga yang lebih Baik dan yang terpenting dapat menyerap tenaga kerja yang cukup banyak untuk setiap unit usaha," ungkap Ridwan

Di akhir sambutannya, Ridwan berharap pengiriman perdana pada 2021 ini menjadi awal yang baik bagi pengembangan unit usaha kopra putih.

"Kopra putih sebagai media penyedia tenaga kerja yang sangat baik bagi Maluku Utara ke depannya," katanya

Tidak lupa, mantan Kadis DLH Malut ini memberikan apresiasi kepada Komisi II DPRD di bawah pimpinan Ishak Naser, yang sangat antusias dan merespon positif pengembangan kopra putih, dengan mengalokasikan Dana Pokir.

Menyaksikan progres dan capaian ini, Ishak merasa puas. Pasalnya, Dana Pokir yang dipercayakan melalui Disnakertrans dapat termanfaatkan dengan baik serta tepat sasaran.

Ishak berharap, kegiatan-kegiatan yang bersifat pemberdayaan ekonomi dengan teknologi tepat guna yang sederhana seperti ini dapat terus dikembangkan, mengingat potensi buah kelapa dan prospek penyerapan tenaga kerja maka masih sangat membutuhkan ratusan unit-unit seperti yang ada ini.

Dia juga menambahkan, selain aspek produksi harus juga diperhatikan aspek tata niaga atau pemasarannya agar adaya kepastian pasar yang dapat
menjamin keadilan bagi semua pihak.

"Petani mendapat hasil yang sepadan dengan jerih payahnya dan pedagang atau pembeli mendapat keuntungan yang wajar. Sehingga tercipta iklim usaha yang sehat dan berkemanusiaan," kata Ishak saat memberikan sambutan

Yang terpenting, lanjut Ishak, adalah semua upaya ini dapat menjadi solusi pemberdayaan sekaligus menyerap tenaga kerja atau mengurangi pengangguran di daerah.

Terkait hal itu, Dinas Nakertrans bersinergi dengan PT Rumah Kelapa Mekarsari sebagai Pendamping, Pembina Proses Produksi sekaligus sebagai Oftaker yang menjamin Pasar bagi Hasil Produksi di seluruh unit binaan.

"Kami siap bersinergi dan menularkan  alih teknologi tepat guna untuk managamen mutu dan system kerja Kopra putih yang baik agar hasilnya optimal dan hemat," kata Abdurrahman Duwila Pendamping Kelompok.

Kegiatan pengolahan kopra putih binaan Dinas Nakertrans tersebar di beberapa titik pengolahan, di antaranya di Tabanga, Desa Rioribati, Desa Tabadamai, Kecamatan Jailolo Selatan, kemudian di Desa Lovra, Kao Barat, Halmahera Utara. (OL-1)

BERITA TERKAIT