16 January 2021, 09:04 WIB

Kemensos Dirikan 3 Posko Dapur Umum di Sulbar


Theofilus Ifan Sucipto | Nusantara

KEMENTERIAN Sosial (Kemensos), bersama dinas sosial (dinsos) Sulawesi Barat (Sulbar), membangun tiga posko dapur umum bagi korban gempa. Fasilitas itu untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi para penyintas gempa di Kabupaten Majene dan Mamuju.

"Posko ada di tiga titik di Stadion Manakarra, di kantor gubernur, dan Majene," kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos M Syafii Nasution dalam Breaking News Metro TV, Sabtu (16/1).

Syafii mengatakan, rencananya, posko dapur umum bakal difokuskan di satu titik yakni kantor gubernur. Supaya distribusi dan komunikasi berada dalam satu komando.

Baca juga: Kemensos Salurkan Bantuan Rp1,7 Miliar untuk Gempa Sulbar

Syafii menyebut situasi di Sulawesi Barat belum sepenuhnya kondusif. Namun, pemerintah berupaya semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan dasar seluruh korban.

"Bantuan dari Kemensos ada dari gudang kami di Bekasi. Kami juga bawa logistik dengan membawa tenda gulung," papar dia.

Menurut Syafii, tenda gulung adalah bantuan yang penting. Pasalnya, masih ada warga di sekitar Majene-Mamuju yang tidur di mobil.

"Karena trauma setelah gempa dengan magnitudo 6,2," tutur Syafii.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan korban jiwa akibat gempa magnitudo 6,2 di Sulawesi Barat bertambah menjadi 42 orang.

"Sebanyak 34 orang meninggal di Kabupaten Mamuju dan delapan orang di Kabupaten Majene," kata Raditya, Jumat (15/1).

Menurut data Pusat Pengendali Operasi BNPB yang dimutakhirkan pada Jumat (15/1) pukul 20.00 WIB, sejumlah kerusakan yang dilaporkan antara lain Rumah Sakit Mitra Manakarra dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mamuju rusak berat, serta sejumlah kerusakan di Pelabuhan Mamuju dan Jembatan Kuning yang berada di Takandeang, Tapalang Mamuju.

Di Kabupaten Majene, 300 unit rumah yang rusak masih dalam proses pendataan. (OL-1)

BERITA TERKAIT