16 January 2021, 07:27 WIB

Warga Sekitar Waduk Riam Kanan Diminta Waspada


Denny Susanto | Nusantara

WARGA yang bermukim di desa-desa sekitar waduk Ir PM Noor Riam Kanan, Kabupaten Banjar diminta waspada terhadap ancaman banjir, menyusul terus meningkatnya debit air waduk.

Debit muka air (DMA) waduk Riam Kanan sudah mencapai hampir 62 meter atau melampaui batas aman 60,8 meter.

"Kita telah meminta masyarakat desa sekitar waduk untuk waspada limpasan air waduk karena kondisi air waduk terus meninggi," kata Camat
Aranio, Kabupaten Banjar, Sahar, Sabtu (16/1).

Baca juga: Jalur Ekonomi Lintas Provinsi di Kalsel Lumpuh Akibat Banjir

Tercatat ada 13 desa yang berada di sekitar kawasan waduk Riam Kanan.

Hal serupa juga dikemukakan Arianto, warga Desa Tiwingan Lama, salah satu desa di sekitar kawasan waduk Riam Kanan.

"Air waduk terus meninggi. Ini cukup mengkhawatirkan, terlebih bagi warga yang bermukim di bagian hilir waduk," ujarnya.

Berdasarkan data BPBD Kalsel, saat ini, ketinggian atau DMA waduk Ir PM Noor Riam Kanan sudah mencapai 62 meter.

Sementara itu, sejak dua hari terakhir, PDAM Bandarmasih Banjarmasin tidak berproduksi akibat mesin-mesin pada instalasi pengolahan air (IPA) Pramuka Banjarmasin terendam banjir.

Pasokan air bersih ke wilayah Banjarmasin dan Kabupaten Banjar mengalami gangguan karena hanya sebagian IPA yang berproduksi.

Pantauan Media Indonesia, cuaca di wilayah Kalsel membaik namun banjir masih merendami sebagian besar wilayah di provinsi tersebut.

Data Dinas Kesejahteraan Sosial Kalsel jumlah warga terdampak banjir dari 36 kecamatan pada sembilan kabupaten/kota sebanyak 22.943 keluarga atau 85.065 jiwa.

Kepala BPBD Kabupaten Balangan Alive Yusfalove mengatakan yang dibutuhkan warga korban banjir saat ini adalah pasokan makanan dan bahan kebutuhan pokok.

"Masih banyak warga yang belum bisa dievakuasi, karena medan banjir dengan arus deras menyulitkan petugas. Mereka sangat membutuhkan bahan makanan," tutur Alive.

Kondisi serupa juga dialami warga korban banjir lainnya terutama di daerah-daerah terparah seperti Hulu Sungai Tengah, Banjar, dan Tanah Laut.

Pada bagian lain, Panglima TNI Hadi Tjahjanto dijadwalkan akan datang meninjau sekaligus menyerahkan bantuan kepada masyarakat korban banjir Kalsel, hari ini. (OL-1)

BERITA TERKAIT