14 January 2021, 20:23 WIB

Hancur Diterjang Banjir, Jembatan Air Nibung Siap Diperbaiki


mediaindonesia.com | Nusantara

DUA kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kabupaten Bangka Tengah dan Bangka Selatan, terancam terisolasi.
Karena jembatan penghubung kedua kabupaten ini, Jembatan Air di Desa Nibung Bangka Tengah mengalami kerusakan cukup parah akibat diterjang banjir karena curah hujan yang tinggi beberapa hari ini.

 Belum lagi ditambah kondisi jembatan yang menjadi satu-satunya akses masyarakat kedua kabupaten itu untuk menggerakkan roda ekonominya memang sudah sejak lama kondisinya mengkhawatirkan.

 "Kalau akses jembatan ini sudah rusak, itu sama saja mematikan kehidupan masyarakat di daerah tersebut. Bahkan kawasan Jembatan Air Nibung memang dikenal dengan kawasan langganan banjir," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Tengah, Sri Mustopo kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman dalam percakapan virtual, Kamis (14/1) siang.

Kondisi tersebut dilaporkan BPBD setelah curah hujan yang bertepatan dengan pasangnya air laut yang menggenangi Desa Nibung ketinggiannya sempat mencapai setinggi paha orang dewasa. Sekarang genangan air berangsur-angsur surut.

Mendengar laporan tersebut, Gubernur Babel Erzaldi Rosman menegaskan hal ini menjadi perhatian khusus Pemprov Babel, dan akan dijadikan prioritas. Besar harapan Pemprov Babel agar Kementerian PUPR dapat segera merealisasikan pembangunan kembali Jembatan Air Nibung.

 "Karena ini sangat berhubungan dengan kondisi masyarakat. Mereka bisa terisolasi. Bayangkan jika jembatan ini tak segera dilakukan perbaikan maka dua kabupaten ini akan terputus," ujar Erzaldi.

Kementerian PUPR diharapkan segera merealisasikan rencana pembangunan ini karena persoalan jembatan yang rusak di Nibung sudah berlangsung sejak lama. "Ini jembatan poros penghubung Kota Koba dan Toboali," terangnya.

Sebelumnya, Gubernur Erzaldi Rosman juga telah menyampaikan rencana pembangunan Jembatan Nibung tersebut pada rapat Gubernur se-Sumatera Maret tahun lalu. Hal ini disampaikannya kepada Bappenas RI agar dimasukkan dalam program prioritas nasional yang dilaksanakan pada tahun ini yang bersumber dari anggaran APBN.

Perihal yang sama, Plt. Dinas Pekerjaan Umum Babel, Jantani Ali juga menjelaskan, kerusakan Jembatan Air Nibung memberikan berbagai dampak buruk bagi kehidupan masyarakat di kawasan tersebut.

“Saat musim hujan, sudah dipastikan kawasan ini banjir. Suplai sembako terganggu, distribusi hasil pertanian dan perkebunan juga terhambat, begitu juga dengan produk-produk lainnya juga ikut terhambat,” jelas Jantani.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Bangka Belitung, Rina Kumala Sari juga menyampaikan besaran alokasi untuk pembangunan Jembatan Air Nibung.

“Rencana pembangunan Jembatan Air Nibung ini beralokasi sebesar Rp 33 miliar. Rencana lelang pada minggu ketiga bulan ini dan akan mulai dilaksanakan pada tahun ini juga,” kata Rina.

Untuk diketahui, kerusakan Jembatan Air Nibung diawali pada 8 Februari 2016 lalu, di mana Pulau Bangka mengalami musibah banjir besar selama tiga hari berturut-turut yang melumpuhkan sebagian besar akses, khususnya di Kabupaten Bangka Tengah, kemudian berujung rusaknya Jembatan Air Nibung. 

Kemudian, pada akhir Januari 2017, curah hujan yang cukup tinggi kembali menambah kerusakan jembatan. Hal ini disebabkan karena ketiadaan penanganan permanen. Penanganan yang ada pada saat itu hanya dengan memasang tanggul dari karung berisi air.

Pada Maret 2018, terjadi musibah yang sama, yang semakin memperparah kondisi Jembatan Air Nibung. Dan kini, di awal Januari 2021, banjir besar kembali menghantam wilayah tersebut membuat kondisi jembatan benar-benar di ujung tanduk.(RO/OL-09)

BERITA TERKAIT