14 January 2021, 16:50 WIB

Luapan Kali Lamong, Belum Surut


Faishol Taselan | Nusantara

BANJIR akibat meluapnya Kali Lamong hingga saat ini berdampak bagi aktivitas masyarakat. Selain merusak jalan, banjir tersebut juga menyebabkan tanggul penahan juga jebol.

"Agar tidak semakin parah, tanggul tersebut mulai diperbaiki," kata Camat Cerme, Gresik, Suyono, Kamis (14/1).

Salah satu desa yang terdampak banjir akibat Kali Lamong meluap adalah Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik. Mulai hari ini alat berat sudah mulai merampikan tanah di bibir sungai.

Di pinggir sungai tersebut, tanggul pembatas antara Kali Lamong dan tambak milik warga sudah digali. "Perbaikan tanggul tersebut menggunakan dana darurat dari APBD. Kuatirnya kalau menunggu anggaran normalisasi Kali Lamong kondisinya akan semakin parah," ujarnya.

Selain Desa Jono, desa lainnya yang terdampak banjir yang saat ini menjadi sasaran normalisasi antara lain Desa Tambakberas, Desa Kedanyang, serta Kecamatan Kebomas.

"Normalisasi ini terkait penanganan darurat dengan memperbaiki tanggul jebol saja paska banjir Kali Lamong," Suyono.

Menurutnya, selama banjir Kali Lamong terakhir ini, terdapat dua tanggul yang jebol di Desa Jono. Karena persoalan itu luapan air dari kali semakin meninggi hingga naik ke Jalan Raya Cerme.

"Genangan di Jalan Raya Cerme itu. Salah satunya karena tanggul jebol. Air yang meluap tak terbendung lalu menggenangi jalan," ujarnya. (OL-13)

Baca Juga: Raja Malaysia Tinjau Lokasi Banjir dengan Sampan

BERITA TERKAIT