14 January 2021, 13:09 WIB

Kampanyekan Vaksin Aman Libatkan Tokoh Agama dan Masyarakat


Lilik Darmawan | Nusantara

PEMKAB Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) mengajak seluruh tokoh agama dan masyarakat untuk mengampanyekan vaksinasi covid-19. Hal itu dilakukan agar tidak ada keraguan masyarakat ketika nanti menerima program imunisasi melalui vaksin Covid-19 tersebut.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan bahwa pemkab telah menyiapkan fasilitas kesehatan (faskes) dan sumberdaya manusia (SDM) dalam rangka program vaksinasi. Namun demikian, yang tidak kalah penting adalah penyiapan masyarakat. 

"Jika masih ada masyarakat yang ragu-ragu atau mungkin menolak, pemkab akan melakukan pendekatan. Kita akan mengerahkan seluruh petugas nakes dengan menggandeng tokoh-tokoh agama dan  masyarakat untuk terus mengampanyekan program vaksinasi," jelas Bupati pada Kamis (14/1).

Dijelaskan oleh Bupati, meski belum ada kepastian kapan program vaksinasi di Banyumas, namun demikian segala persiapan telah dilakukan. Diharapkan nantinya 95% masyarakat dapat mengikuti program vaksinasi, sehingga ada kekebalan komunitas atau herd immunity. 

"Vaksinasi merupakan hal yang sangat penting dalam penanggulangan Covid-19. Karena program ini akan mengentaskan masalah hingga 80% dan 20% sisanya kita mengikuti protokol kesehatan. Protokol kesehatan harus tetap dijalankan secara disiplin, sebab kalau tidak juga akan mempengaruhi yang 80%," katanya.

baca juga: Hanya Tujuh Pejabat Publik NTT Penuhi Syarat Disuntik Vaksin Covid

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas Sadiyanto mengatakan bahwa sampai sekarang belum ada instruksi dari pemerintah pusat dan provinsi terkait dengan vaksinasi. 

"Tetapi kami telah menyiapkan 59 faskes baik puskesmas, RS maupun klinik yang siap melaksanakan pelayanan vaksinasi. Pada tahap awal memang tenaga kesehatan yang diprioritaskan. Namun, ada juga nanti pimpinan daerah dan para tokoh di Banyumas. Hal ini untuk memberikan teladan bagi masyarakat dan memberikan kepastian bahwa vaksin aman. Sehingga nantinya tidak ada penolakan di masyarakat," jelas Sadiyanto.

Menurutnya, pemkab sebetulnya mengajukan jatah sebanyak 10.800 dosis vaksin untuk tenaga kesehatan, tetapi yang turun sebanyak 9.561. Nantinya, Dinkes akan melakukan verifikasi kembali. Kalau untuk tahap awal vaksin yang turun sebanyak 3.656 dosis, namun waktunya yang belum diketahui. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT