14 January 2021, 12:58 WIB

Hanya Tujuh Pejabat Publik NTT Penuhi Syarat Disuntik Vaksin Covid


Palce Amalo | Nusantara

KEPALA Bidang Dokter dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Kombes dokter Sudaryono menjadi orang pertama di daerah itu yang menerima suntikan vaksin covid-19 Sinovac, Kamis (14/1). Penyuntikan vaksin terhadap Sudaryono berlangsung di halaman Kantor Gubernur NTT Jalan El Tari Kota Kupang berjalan lancar. Tidak ada reaksi apapun seusai penyuntikan.

Ia kemudian diberi kartu oleh petugas medis yang menandakan penyuntikan vaksin tahap pertama selesai, dan akan dilanjutkan penyuntikan tahap kedua 14 hari mendatang. Dokter Sudaryono termasuk tujuh pejabat publik di NTT yang menerima suntikan vaksin tahap pertama.

Sedangkan enam pejabat publik lainnya yang juga disuntik vaksin covid-19 ialah Sekda NTT Benediktus Polo Maing, Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Fredrik Benu, Ketua Majelis Sinode GMIT Pendeta Mery Kolimon, Direktur RS WZ Johannes Kupang dokter Mindo Sinaga, perwakilan Keuskupan Agung Kupang Romo Donisius Manikin, dan Kepala Balai POM NTT Yoseph Nahak.

Sedangkan enam pejabat lain yang seharusnya juga disuntik vaksin covid-19, namun memenuhi syarat ialah Kepala Dinas Perhubungan NTT Isyak Nuka, Kepala Biro Umum Setda NTT George M Hadjo, Kepala Badan Keuangan Daerah Zakarias Moruk, dan tiga orang perwakilan dari unsur TNI.

"Tadi tekanan darah saya 140 per 100 sehingga tidak lolos untuk menerima vaksin," kata Isyak Nuka kepada mediaindonesia.com. 

Sebelum menerima suntikan, para pejabat tersebut menjalani rapid test antigen dari Laboratorium Kesehatan NTT dan dinyatakan non reaktif covid-19. Mereka kemudian diarahkan ke tenda yang sudah disiapkan di halaman kantor gubernur untuk melakukan pendaftaran di meja pertama sebagai penerima vaksin.

baca juga: Jelang Vaksinasi, Koster Mengaku Takut, Ngeri-Ngeri Sedap, Tegang

Setelah mendaftar, para pejabat diarahkan ke meja kedua untuk dilakukan skrining, diukur suhu tubuh dan pemeriksaan tekanan darah. Selain enam orang tidak lolos karena berdasarkan pengukuran tekanan darah di atas 140/90, sekda bersama rektor undana dan ketua majelis sinode sempat tidak lolos karena tekanan darah mereka juga di atas syarat yang ditetapkan.(OL-3)


 

BERITA TERKAIT