14 January 2021, 09:12 WIB

Vaksin Korona Mulai Didistribusikan ke Kabupaten/Kota di Kalsel


Denny Susanto | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan mulai mendistribusikan vaksin covid-19 Sinovac ke kabupaten/kota menyusul sudah terbitnya izin kedaruratan atau emergency use authorization dari BPOM RI. Pemerintah pusat juga telah menambah kiriman vaksin sebanyak 5.000 dosis sehingga jumlah vaksin yang tiba di Kalsel mencapai 30 ribu dosis vaksin.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Muslim, Kamis (14/1) mengatakan Kalsel sudah mendapatkan kiriman vaksin Sinovac tahap kedua dari pemerintah pusat sebanyak 5.000 dosis. 

"Kiriman vaksin tahap dua sebanyak 5.000 dosis sudah tiba dua hari yang lalu dan kita pun mulai mendistribusikan ke kabupaten/kota," ujarnya.

Kalsel sendiri mendapat jatah vaksin korona dari pemerintah pusat sebanyak 54 ribu dosis. Untuk sementara Pemprov Kalsel melalui gugus tugas covid -19 mendistribusikan vaksin ke tiga kabupaten/kota yaitu Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

Dari 25.000 dosis vaksin tahap pertama yang sudah diterima Kalsel, Kota Banjarmasin mendapatkan kuota sebanyak 13.480 dosis. Kabupaten Banjar 6.800 dosis, dan kota Banjarbaru 3.920 dosis vaksin. 

"Distribusi awal tiga daerah terlebih dahulu dan Kota Banjarmasin mendapat kuota terbanyak sesuai kondisi penyebaran kasus di lapangan. Sisa vaksin lainnya masih disimpan di gudang instalasi farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel," tutur Muslim.

baca juga: Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama di Aceh Mulai 15 Januari

Lebih jauh dikatakan Muslim jumlah vaksin covid -19 yang tiba di Kalsel mencapai 30 ribu dosis ini sudah menyamai jumlah tenaga medis dan kesehatan yang ada di Kalsel. Mereka  akan menjadi kelompok pertama menerima vaksin di Kalsel.

Setelah Presiden Joko Widodo yang kemarin divaksin covid -19, hari ini Kamis (14/1), launching vaksinasi covid -19 dilakukan tingkat Provinsi Kalsel dimana Gubernur Sahbirin Noor dan Forkopimda dijadwalkan menjadi yang pertama divaksinasi. (OL-3)

BERITA TERKAIT