14 January 2021, 05:35 WIB

Tenaga Kesehatan Pelayan Publik Siap Divaksinasi


AKHMAD SAFUAN | Nusantara

TENAGA kesehatan (nakes) dan petugas pelayanan publik menjadi pihak pertama yang menjalani suntikan vaksin pada hari ini di berbagai daerah.

Di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, tercatat 4.575 nakes menjadi pihak pertama menjalani suntikan vaksin dari 8.000 dosis vaksin yang sudah diterima dan tersimpan di gudang Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Semarang.

Pemantauan Media Indonesia, kemarin, persiapan vaksinisasi telah dimulai beberapa waktu lalu. Ribuan nakes, baik yang bertugas di rumah sakit, puskesmas, maupun klinik kesehatan, menyatakan siap menerima suntikan vaksin covid-19.

Ribuan pegawai organisasi perangkat daerah (OPD) yang bertugas di bagian pelayanan masyarakat dan secara langsung bersinggungan dengan warga juga menerima suntikan
pada tahap pertama.

Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugroho, meminta warga yang belum mendapat giliran agar bersabar sembari menunggu datangnya vaksin tahap selanjutnya. “Warga harap bersabar dan tetap waspada dengan menjalani kehidupan sesuai protokol kesehatan (prokes), apalagi sejak Senin (11/1) hingga Senin (25/1) kita melaksanakan pembatasan kegiatan
masyarakat,” tuturnya.

Kepala DKK Semarang, Ani Rahardjo, menyebutkan pihaknya membutuhkan 623.943 dosis vaksin. Rinciannya 4.575 dosis nakes, pelayan publik 36.740 dosis, masyarakat rentan 207.597 dosis, pelaku ekonomi 259.173 dosis, serta umum 115.459 dosis.


Rantai dingin


Dinkes Provinsi Bengkulu juga telah menyiapkan 352 unit fasilitas kesehatan (faskes) untuk pelaksanaan vaksin covid-19 pada hari ini (14/1) di 10 kabupaten/kota.

Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menuturkan faskes yang dapat melayani vaksinasi ialah yang memiliki tenaga kesehatan dan rantai dingin. Rantai dingin merupakan alat yang sangat penting untuk menjaga suhu vaksin tetap ideal mencapai 2 derajat celsius sehingga kualitasnya tetap terjaga sampai vaksinasi disuntikkan.

Sebelum melaksanakan vaksinasi, lanjutya, pemerima dipastikan harus sehat dan jika kondisi tidak sehat akan dibatalkan. Tahap awal diberikan satu dosis dan vaksin kedua
pada 14 hari kemudian.

Pemerintah Kota Padang, Sumbar, menyiapkan 26 rumah sakit dan 88 klinik untuk lokasi pelaksanaan penyuntikan vaksin covid-19. Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Ferimulyani, mengatakan Pemkot Padang telah mendaftarkan 9.128 nakes sebagai penerima vaksin perdana.

Sejauh ini Dinkes Padang sudah menyiapkan dan melatih masing-masing dua orang vaksinator di setiap faskes. Meski begitu, menurut Feri, tenaga yang selama ini ikut
menyuntikkan vaksin seperti vaksin polio juga diperkenankan menjadi vaksinator covid.

“Program vaksin kan sudah sejak 1980-an. Tata cara pelaksanaan vaksin covid-19 ini juga sama dengan penyuntikan vaksin-vaksin yang adasebelumnya,” kata Feri.

Menurutnya, 9.128 penerima vaksin di Kota Padang telah selesai divalidasi Kemenkes. Nanti pada saat pelaksanaan penyuntikan vaksin, petugas akan kembali
melakukan skrining. “Tujuannya untuk memastikan nakes penerima vaksin tidak punya penyakit berbahaya dan juga untuk memastikan pernah atau tidak tertular
covid-19,” pungkasnya. (MY/YH/N-1)

BERITA TERKAIT