13 January 2021, 23:55 WIB

Klaster Covid-19 DPRD Jepara Kembali Muncul


Akhmad Safuan | Nusantara

MUNCUL lagi klaster covid-19 di lingkungan Kantor DPRD Jepara, 16 orang yakni dua orang anggota dan 14 staf DPRD Jepara positif terpapar korona, hal ini menambah daftar panjang kasus covid-19 yang terjadi di pantura Jawa Tengah.

Pemantauan Media Indonesia Rabu (13/1) kasus covid-19 di Kabupaten Jepara terus meninggi meskipun tidak masuk 23 daftar daerah di Jawa Tengah dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berlangsung mulai 11-25 Januari 2021.

Tingginya tingkat penyebaran covid-19 di Jepara ini menjadi perhatian cukup serius sejak pandemi sembilan bulan lalu, bahkan DPRD Jepara merupakan satu-satunya daerah di Jateng yang membentuk pansus dalam penanganan korona, karena terkesan pemerintah daerah compang-camping dalam penanganan covid-19 di daerah ini.

Setelah beberapa bulan sebelumnya DPRD Jepara sempat menjadi klaster covid-19 karena ada beberapa staf dan anggota terpapar korona, bahkan Ketua DPRD Imam Zuhdi Ghozali meninggal akibat covid-19 tersebut, kini muncul lagi klaster DPRD Jepara yakni ada 16 orang yakni dua anggota dan 14 staf positif terpapar korona.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Jepara Moh Ali mengatakan klaster covid-19 DPRD Jepara tersebut diketahui setelah adanya satu staf meningfal akibat korona, kemudian dilakukan pelacakan terhadap orang-orang yang semoat kontak langsung dengan yang bersangkutan.

Hasil tracing itu, lanjut Moh Ali, di lingkungan FPRD Jepara ditemukan 16 orang positif covid-19 yakni dua anghora dan 14 staf, sehingga langsung dilakukan tindakan yakni perawatan dan usokadi mandiri terhadap belasan pasien tersebut.

"Anggota dan staf yang terpapar korona tersebut sast ini menjalani isolasi mandiri karena berstatus OTG, kita sydah mengambil langkah dan berkoordinasi dengsn Satgas Covid-19," kata Sekretaris DPRD Jepara Deny Hendarko.

Langkah yang diambil dalam upaya mencegah penyebaran covid-19 di lingkungan legislatif, demikian Deny Hendarko, selain isolasi mandiri juga dikakukan penyemprotan disinfektan lagi ke seluruh ruangan di gedung DPRD Jepara ini serta kembali akan menggelar tes rapid dan swab keoasa seluruh anggota dan staf.

Meskipun menjadi klaster lagi, ungkap Deny, pelayanan di DPRD Jepara tetap berjalan sebagaimana biasanya, namun dilakukan pembatasan yakni hanya 23 persen pegawai saja yang hadir di kantor. dan sisanya diminta menjalani tugas dari rumah sampai 14 hari ke depan.

Sementara data dari Dinas Kesehatan Jepara menyebutkan hingga sast ini masih 1.045 orang (22,31% dari 4.684 kasus) di daerah ini terkonfirmadi positif covid-19 yang madih dirawst dan isolasi mandiri, 3.326 pasien sembuh dan 313 orang meninggal. “Meskipun tidak PKM namun kita tetap akan kakukan pengetatan, termasuk menutup semua obyek wisata,� ujar Bupati Jepara Dian Kristiandi. (OL-13)

BERITA TERKAIT