13 January 2021, 23:05 WIB

Pengungsi Erupsi Gunung Merapi Mendapat Bantuan


Djoko Sardjono | Nusantara

PENGUNGSI erupsi Gunung Merapi di Desa Balerante dan Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menerima bantuan untuk kebutuhan di barak pengungsian.

Bantuan untuk pengungsi yang ditampung di tempat evakuasi sementara (TES) Balai Desa Balerante dan Balai Desa Tegalmulyo, tersebut berasal dari BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Seksi Logistik BPBD Klaten, Rujedy Endro Suseno, mengatakakan bantuan untuk pengungsi dari BNPB, antara lain berupa matras, selimut, paket sandang, dan perlengkapan sekolah. ''Selain itu, bantuan berupa paket lauk, paket siap saji, dan paket tambah gizi. Total bantuan senilai Rp114,6 juta,'' imbuhnya kepada Media Indonesia di ruang kerjanya, BPBD Klaten, Rabu (13/1).

Sedangkan bantuan yang berasal dari BPBD Jawa Tengah, antara lain berupa beras, gula, kecap, minyak goreng, family kit, sarung, handuk, dan tas sekolah. Nilai bantuan sekitar Rp37,5 juta.

BPBD Klaten memberikan bantuan sembako kepada relawan di posko siaga bencana erupsi Gunung Merapi. Posko tersebar di beberapa titik di Desa Balerante, Tegalmulyo, dan Sidorejo.

Sementara itu, hingga Selasa (12/1) pukul 21.00 WIB, pengungsi bencana erupsi Gunung Merapi yang masih bertahan di TES Balai Desa Balerante dan TES Balai Desa Tegalmulyo total 275 orang.

Menurut Humas BPBD Klaten, Nur Tjahjono, dari jumlah pengungsi yang bertahan di barak itu, 227 di antaranya berada di TES Balai Desa Balerante, dan 48 lainnya di TES Balai DesaTegalmulyo.

Pengungsi di Balai Desa Balerante asal Dukuh Sambungrejo, Ngipiksari, Sukorejo, Gondang, dan Ngelo. Sedangkan pengungsi di Balai Desa Tegalmulyo warga Dukuh Canguk, Sumur, dan Pajegan.

''Mereka sudah dua bulan ini mengungsi, yakni setelah BPPTKG menaikkan status Gunung Merapi dari waspada (level II) menjadi siaga (level III) pada 5 November 2020,'' kata Nur Tjahjono. (JS/OL-10)

BERITA TERKAIT