13 January 2021, 21:37 WIB

Kerap Dibongkar Warga, Lapangan Bajrasandi Renon Dipagar 'Beton'


Arnoldus Dhae | Nusantara

KESABARAN petugas untuk melarang warga agar tidak menggunakan Lapangan Bajrasandi Renon hilang. Garis polisi yang dipasang sebagai tanda larangan menggunakan lapangan Renon kerap diterabas warga. Akhirnya, pagar beton dari bambu didirikan di sana

"Kalau saya hitung-hitung sudah 6 kali police line (garis polisi) dibongkar paksa warga yang akan menerobos masuk ke lapangan untuk olah raga. Mereka membongkar saat petugas tidak berjaga di tempat. Jadi karena policeline sering dibongkar paksa maka kami memasang pagar benaran dari bambu, supaya tidak mudah dibongkar," ujar Kepala Bidang Trantib SatPol PP Provinsi Bali I Komang Kusumaedi, di Denpasar, Rabu (13/1/2021).

Pria yang dikenal dengan IKK ini mengatakan, biasanya warga membongkar di bagian barat karena jauh dari pantauan petugas. Mereka membongkar karena ingin masuk ke dalam lapangan untuk sekedar berolah raga dan rekreasi.

"Padahal kondisi lapangan masih tertutup untuk umum dan terutama di saat Bali sedang dalam masa PPKM saat ini," ujarnya.

Penutupan terjadi bukan hanya di Lapangan Renon saja tetapi hampir semua lapangan lainnya atau tempat akses publik lainnya, selama masa PPKM berlangsung. Warga dilarang berkerumun atau memancing untuk berkerumun.

Berdasarkan pengalaman, selama masa penutupan lapangan, masih ada saja warga yang datang berolah raga. Mereka masuk lewat beberapa titik yang tidak terpantau. Terutama di hari libur dan hari Minggu.

Petugas sudah mengumumkan, melarang, melalui pengeras suara namun tidak digubris. Akhirnya, petugas harus mendatangi, mendekati secara personal, hanya untuk memberitahu bahwa lapangan masih tertutup untuk umum. (OL-13)

Baca Juga: Kasus Covid Melonjak Pemkot Malang Kelimpungan

 

BERITA TERKAIT