13 January 2021, 21:05 WIB

Kasus Covid Melonjak Pemkot Malang Kelimpungan


Bagus Suryo | Nusantara

LONJAKAN kasus Covid-19 di Kota Malang, Jawa Timur belum terbendung. Saban hari terdapat dua hingga enam warganya meregang nyawa.

Sejak memasuki tahun 2021, terjadi penambahan positif Covid-19 sebanyak 692 orang. Rata-rata setiap hari ada dua hingga enam pasien meninggal dunia, totalnya ada 51 orang sejak 1 Januari lalu.

Kepala Bagian Humas Pemkot Malang Nur Widianto, Rabu (13/1), menyatakan positif covid-19 kini sebanyak 4.391 orang atau bertambah 51 orang sesuai data Satgas Covid-19 per 13 Januari. Pasien yang meninggal dunia bertambah 5 orang sehingga totalnya 417 orang sejak kasus pertama merebak di kota itu.

Namun, angka kesembuhan meningkat 54 orang menjadi 3.662 orang. Adapun pasien yang menjalani isolasi di rumah sakit 376 orang dan isolasi mandiri 142 orang. Dengan kondisi ini masyarakat diimbau disiplin menerapkan protokol kesehatan dan mematuhi aturan selama Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Sebelumnya, Wali Kota Malang Sutiaji menekankan pentingnya sinkronisasi data covid-19 melalui upaya koordinasi sehingga diperoleh pemahaman yang selaras dengan perkembangan angka kasus dan penularan covid-19.

"Verifikasi data terkait pasien covid-19 di Kota Malang kurang sinkron. Sehingga perlu adanya kesamaan pemahaman terkait data tersebut," ungkapnya.

Pemkot Malang merasa perlu mengecek kevalidan data lantaran tingginya angka penambahan kasus saban harinya. Karena itu Sutiaji meminta semua rumah sakit terutama yang memiliki fasilitas laboratorium PCR bisa terbuka soal data dan jumlah pasien.

Keterbukaan itu ditunjukkan melalui koordinasi dan komunikasi bersama Dinas Kesehatan maupun puskesmas. Sebab, tujuan utama Pemkot untuk menekan angka positif covid-19 dan meningkatkan kesembuhan.

"Data dari rumah sakit sangat penting agar petugas puskesmas bisa menindaklanjuti temuan melalui tracing alamat dan memberikan penanganan cepat," tuturnya.(OL-13)

Baca Juga: Vaksinasi Covid di Jatim Dimulai dari 19 Pejabat lalu Nakes

BERITA TERKAIT