13 January 2021, 15:35 WIB

Sulsel Bangun Rumah Sakit Terapung untuk 2 Kabupaten Kepulauan


Lina Herlina | Nusantara

SULAWESI Selatan (Sulsel) punya dua kabupaten kepulauan, yaitu Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) dan Kabupaten Kepulauan Selayar. Karenanya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, akan menghadirkan rumah sakit terapung di dua kabupaten itu.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengatakan, rumah sakit itu merupakan kapal rede yang dilengkapi dengan ruang operasi, yang bisa memberi pelayanan maksimal bagi masyarakat di kepulauan.

"Untuk pembangunan rumah sakit terapung, kapalnya sudah tiba, sekarang ada di PT IKI (Industri Kapal Indonesia), lagi kita modifikasi, untuk kita jadikan rumah sakit. Jadi itu akan berpindah-pindah dari pulau ke pulau untuk melayani masyarakat," ungkap Nurdin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Muhammad Arafah menjelaskan, kapal ini hadir atas bantuan dari Kementerian Perhubungan RI. Tapi Dinas Kesehatan Sulsel yang akan menyiapkan infrastruktur kesehatan.

"Kapal ini nanti penempatannya di Pangkep dan Kepulauan Selayar. Jadi kapal itu memang kapal rede, agar bisa berlabuh di tempat yang tidak ada dermaga, sepanjang ada air," seru Arafah, Rabu (13/1).

Selain ruang pemeriksaan umum dengan ruang operasi, kapal tersebut juga akan dilengkapi sejumlah poliklinik, seperti poli gigi. "Jadi warga bisa melakukan pemeriksaan dan pengobatan secara berkala. Perawatnya itu kita siapkan delapan ruangan," lanjut Arafah.

"Dari dua kapal itu, nanti ada dokter ahli, dokter umum dan dokter gigi. Delapan personil untuk satu kapal. Mereka siaga di kapal dan secara berkala mereka rolling," sambung Arafah.

Dia juga menjelaskan, jima rumah sakit terapung dengan spesifikasi kapal rede dan fasilitas kesehatan yang akan Sulsel bangun itu, merupakan yang pertama di Indonesia. Karena beda dengan yang ada di Jawa Timur.

"Rencananya, rumah sakit terapung itu akan kit luncurkan Juni kira-kira," tutup Arafah sembari menyebutkan jika anggaran rekonstruksi rumah sakit terapung itu butuh sekitar Rp3,5 miliar untuk satu unit. Jadi total Rp7 miliar. (LN/OL-09)

BERITA TERKAIT