13 January 2021, 10:11 WIB

Pemerintah Segera Bangun Jembatan KA Baru di Brebes


Insi Nantika Jelita | Nusantara

PEMERINTAH melalui Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan akan membangun jembatan kereta api (KA) baru di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sebagai pengganti rusaknya jembatan yang roboh akibat banjir.

Diketahui, pada Senin (11/1) pukul 21.30 WIB, Jembatan Rel Kereta Api BH 1120 bentang 180 meter antara petak jalan Stasiun Bumiayu- Linggapura pada KM 305/56 Dukuh Timbang, Desa Tonjong, Brebes roboh akibat banjir. Jembatan ini berada di jalur ganda lintas Selatan Jawa yang menghubungkan Jakarta-Surabaya.

"Untuk langkah kedepan kita akan evaluasi penanganan jembatan lama yang rusak dengan bangunan baru menggunakan alokasi dana IMO mengingat konstruksi jembatan lama masih menggunakan pondasi dangkal," ungkap Direktur Prasarana Perkeretaapian Heru Wisnu Wibowo dalam keterangannya, Rabu (13/1).

Heru menjelaskan, jembatan KA di Brebes yang terputus akibat meluapnya sungai Glagah yang menggerus struktur dasar bangunan tiang jembatan. Hujan deras yang menyebabkan banjir membuar tiang pilar jembatan setinggi 22 meter roboh dan patah, serta bantalan Rel sepanjang 50 meter mengalami hal yang sama.

Lebih lanjut Heru mengatakan, setelah ada laporan kejadian ini pihak terkait dari unsur PT. KAI DAOP 5 Purwokerto, BTP Jawa Bagian Tengah, dan stake holder terkait lainnya langsung melakukan langkah mitigasi dengan melakukan perubahan pola operasi. Serta menempatkan petugas jaga di lokasi rawan kejadian dalam waktu 24 jam serta melakukan pemantauan kondisi jembatan paska kejadian.

Kejadian ini telah menyebabkan gangguan perjalanan KA sehingga berdampak pada perubahan pola operasi perjalanan KA. Beberapa KA perjalanannya harus memutar lewat Kroya – Bandung – Cikampek, diantaranya KA Gajayana relasi Malang – Gambir, KA Argo Dwipangga relasi Solobalapan – Gambir, KA Bima relasi Malang – Gambir, KA Bengawan relasi Purwosari – Pasar Senen, dan lainnya.

baca juga: Berharap Cuaca Ekstrem Segera Mereda

Jembatan ini, ungkap Heru, berada pada jalur ganda dan struktur jembatan antara jalur hulu dan hilir terpisah, sehingga setelah dilakukan evaluasi terhadap jembatan yang sebelahnya masih kuat dilalui KA.

"Saat ini lintas ini sudah bisa dilewati KA dengan satu jalur dengan pembatasan kecepatan," kata Heru. (OL-3)

BERITA TERKAIT