13 January 2021, 08:47 WIB

Kekurangan Stok Darah, PMI Temanggung Minta Bantuan Daerah Lain


Tosiani | Nusantara

Selama pandemi covid-19, Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Temanggung, Jawa Tengah mengalami kekurangan stok darah. Bahkan, beberapa kali, PMI Temanggung meminta droping darah dari daerah lain, seperti Wonogiri dan Purworejo.

Kepala UDD PMI Kabupaten Temanggung Ismi Prasastawati mengatakan, idealnya, stok darah di PMI mencapai 2% dari populasi jumlah penduduk per tahun.

Untuk Temanggung, stok darah akan aman jika mencapai kisaran 800 kantong per tahun. Hal itu berlaku untuk semua jenis darah.

Baca juga: Positif Covid-19 DIY Bertambah 268 Kasus

Akan tetapi, selama pandemi covid-19 ini, menurut Ismi, stok darah di PMI Temanggung selalu di bawah 500 kantong.

Bahkan, pada awal pandemi covid-19, hanya mencapai 300 kantong darah saja karena masyarakat cenderung takut mendonorkan darah.

"Semua program satu tahun kemarin ada perubahan. Ada penurunan donor karena pos-pos donor kita kurang, pelajar juga belum masuk sekolah, dan kegiatan banyak yang cancel, kunjungan dari luar juga tidak bisa tatap muka," kata Ismi, Rabu (13/1).

Dikatakan, untuk mengatasi hal itu, pihak UDD PMI Temanggung berupaya membuat terobosan untuk menstimulasi pendonor agar mendonorkan darah.

Terobosan itu antara lain, pada Maret dan April, ada program pemberian sembako untuk pendonor. Pada Agustus, ada doorprize dan merchandise. Lalu untuk pelajar yang donor disediakan kuota 2 gb. Termasuk mengunjungi kecamatan-kecamatan untuk menarik pendonor.

"Banyak pula alokasi dana kita alihkan untuk pandemi, seperti pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas yang menangani donor darah. Kita juga lakukan efisiensi dana semisal yang untuk UGD dialihkan untuk markas," katanya.

Pada 2021 ini, Ismi berharap masyarakat membantu PMI dengan mendonorkan darah karena kebutuhan darah relatif tinggi, padahal stok darah terbatas. Jangan sampai pihak pasien di rumah sakit mencari pendonor sendiri. Apalagi untuk pasien yang amat memerlukan darah seperti penderita gagal ginjal dan thalasemia.

"Selama pandemi kita tidak ready stok, jadi pasien cari donor pengganti
Sempat juga beberapa kali minta droping dari Wonogiri dan Purworejo karena kekurangan darah, tapi tidak sampai 100 kantong skali droping," kata Ismi.

Terakhir, droping darah terjadi pada Desember 2020 lalu. Ketika itu jumlah stok darahnya kurang untuk memenuhi kebutuhan.

Pada Januari 2021 ini, lanjut Ismi, pihaknya juga berencana meminta droping darah lagi dari daerah sekitar seperti ke Kabupaten Purworejo jika kondisi stok darah masih kurang seperti sekarang.

Saat ini, stok darah A ada empat kantong, stok darah B lima kantong, darah O sembilan kantong dan darah AB ada 14 kantong. (OL-1)

BERITA TERKAIT