13 January 2021, 08:35 WIB

Banjir Ancam Pertanian Kalsel


Denny Susanto | Nusantara

BENCANA banjir yang terus meluas di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan sejak tiga pekan terakhir menyebabkan puluhan ribu warga terdampak. Banjir uga mulai mengancam pertanian di wilayah ini.

"Banjir tahun ini lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya karena faktor la nina, tingginya curah hujan dan kondisi air pasang laut. Ini bisa menjadi ancaman bagi pertanian Kalsel," tutur Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, Rabu (13/1).

Sejauh ini pihaknya masih mendata luas lahan pertanian yang terkena banjir dan kerugian dialami petani. Diperkirakan ada ratusan hektar areal persawahan dan pertanian hortikultura yang rusak akibat banjir. Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Kalsel, Dwi Putra Kurniawan menyebut banjir menyebabkan rusak dan gagal panen dialami petani. 

"Para petani di Desa Sungai Batang, Penggalaman dan Sungai Rangas melaporkan kerugian hingga ratusan juta karena gagal panen," ujar Dwi Putra sembari mengatakan laporan tentang kerugian akibat banjir masih dilakukan pendataan menyeluruh.

Kemarin Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bersama SKPD terkait melakukan peninjauan langsung lokasi bencana banjir dan menyalurkan bantuan tanggap darurat serta evakuasi bagi warga di lokasi terparah. Di beberapa titik banjir Pemda setempat mendirikan dapur umum.

baca juga: Berharap Cuaca Ekstrem Segera Mereda

Sementara berdasarkan laporan BPBD Kalsel hingga kini banjir terjadi di tujuh kabupaten/kota dan terus meluas. Daerah terparah dilanda banjir adalah Kabupaten Banjar, Tabalong dan Tanah Laut. Ketinggian banjir lebih dari satu meter bahkan di beberapa titik nyaris menenggelamkan rumah warga. (OL-3)

BERITA TERKAIT