13 January 2021, 06:52 WIB

Kalsel Waspadai Ancaman Penyakit Hewan Saat Musim Penghujan


Denny Susanto | Nusantara

MUSIM hujan berkepanjangan dan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan menimbulkan kekhawatiran merebaknya penyakit hewan menular di wilayah tersebut. Rabies dan flu burung merupakan penyakit yang masih menjadi momok di Kalsel.

"Saat musim penghujan dan bencana banjir seperti ini yang kita khawatirkan penyakit hewan menular merebak. Untuk itu, kita terus melakukan pemantauan dan pengawasan di lapangan guna mengantisipasinya," ungkap Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel Suparmi, Rabu (13/1).

Dikatakan Suparmi, beberapa penyakit hewan menular (PHMS) masih menjadi momok masyarakat. Antara lain avian influenza (flu burung), rabies, jembrana, dan brucellosis.

Baca juga: Pasien Covid-19 Sembuh di Klaten Bertambah

"Rabies merupakan penyakit zoonosis yang menjadi perhatian serius Pemprov Kalsel," ujarnya.

Pada 2019, tercatat ada 130 kasus penyakit hewan menular terdiri dari 38 kasus AI, 6 kasus brucellosis, 39 kasus jembrana, dan 47 kasus rabies.

Sedangkan pada 2020, ada 1.387 laporan tentang situasi penyakit hewan.

Namun, setelah melalui peneguhan dan diagnosa ditemukan 11 kasus penyakit hewan menular. Terdiri dari 6 kasus rabies dan 5 kasus flu burung.

Kasus rabies muncul di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Tabalong, Balangan dan Kota Banjarbaru.

Provinsi Kalsel merupakan lumbung ternak sapi dan kerbau serta unggas (ayam dan itik) di Pulau Kalimantan. Dinas Perkebunan dan Peternakan
Kalsel masih mendata dampak dan kerugian banjir untuk sektor peternakan. Laporan sementara ada sejumlah peternak yang mengalami kerugian berupa matinya hewan ternak akibat banjir. (OL-1)

BERITA TERKAIT